Bagaimana Menjadi Pribadi Tanggung Jawab

Daftar Isi
Bagaimana Menjadi Pribadi Tanggung Jawab. Menjadi Pribadi yang bertanggung jawab adalah proses yang harus dilakukan terus-menerus secara kontinu pada diri kita sehingga apa lakukan menjadi sebuah komitmen dikemudian hari. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa membantu kamu menjadi pribadi yang bertanggung jawab, antara lain sebagai berikut:


1.    Mengerti Kewajiban

Langkah pertama adalah mengerti apa yang dituntut (diminta) dan dianjurkan dari dirimu. Sebagai pelajar atau mahasiswa sekalipun, kamu dituntut untuk belajar dengan baik. Kamu dituntut untuk mengumpulkan tugas tepat pada waktunya. Sebagai karyawan, kamu dituntut bekerja sesuai dengan job description maupun SOP (Standard Operation Procedure) dan Tujuan dari perusahaan yang sesuai visi dan misinya . Tahukan kamu job description dan SOP yang harus kamu ikuti? Apabila tidak tahu apa yang dituntut dari kita, tentu akan susah bagi kita untuk memenuhinya dan akan mempengaruhi hasil kerjamu.

2.    Perkirakan Kebutuhan Sumber Daya

Setiap tugas dan kegiatan yang kamu rilis tentunya memerlukan waktu, tenaga, dan pikiran. Sebuah tugas kelompok maupun kegiatan bersifat berkumpul dengan orang banyak yang dilakukan biasanya memerlukan waktu pengerjaan lebih banyak daripada tugas individu. Kamu perlu memahami tugas dan kegiatan dengan jelas agar dapat mengatur pembagian tugas dan kegiatan antaranggota. Mungkin kamu juga perlu membeli bahan/alat untuk penyelesaian tugas tersebut, untuk sebuah kegiatan haruslah sesuai dengan proses pada list yang telah dibuat.

Dalam sebuah kegiatan, kamu juga perlu menyepakati bagaimana kamu menyatukan hasil pekerjaan dari tiap-tiap anggota kelompok. Kamu harus bisa memperkirakan jumlah waktu, biaya, tenaga yang dibutuhkan untuk mengerjakan sebuah tugas. Kamu juga harus bisa memperkirakan bagaimana kamu akan menyelesaikan tugas itu.

Seorang karyawan juga harus dapat memperkirakan (estimasi) kebutuhan waktu, jumlah orang, alat yang dibutuhkan serta cara pengerjaan sebuah tugas yang dibebankan kepadanya.

Dengan perkiraan tersebut, kita dapat merencanakan kegiatan kita agar dapat menyelesaikan tugas tersebut sebaik-baiknya dan tepat waktu. Di sisi lain, apabila tugas yang diminta dari kita bukan merupakan kewajiban kita, misal diminta menjadi pengurus OSIS/Himpunan, estimasi tersebut menolong kita melihat apakah kita mampu memenuhi permintaan tersebut atau tidak.

3.    Ambilah Keputusan

Setelah mengetahui kewajiban yang harus dijalankan dan perkiraan kebutuhan sumber dayanya, maka kamu bisa mengambil keputusan dan kita harus memikirkan konsekuensi dan kelanjutan dari pengambilan keputusan.

Untuk tugas-tugas yang sifatnya kewajiban, seperti tugas sekolah dengan batas waktu tertentu, maka keputusan yang kita ambil sesuai rencana tentunya adalah melaksanakannya sesuai dengan ketetapan

Namun, apabila ada permintaan-permintaan tidak wajib, seperti menjadi pengurus OSIS/Himpunan, kamu bisa untuk memilih menerima atau menolaknya, tapi perlu diingat sesuaikanlah berdasarkan skala prioritas. Putuskanlah sesuai kemampuan dan keinginanmu selanjutnya. Apabila kamu merasa bisa mengelola waktu dengan baik, lakukanlah, sebab tentu kamu akan mendapatkan banyak keuntungan dari membantu orang lain/organisasi yang kamu tangani. Kamu akan cepat berkembang. Jangan ragu untuk mengambil kesempatan yang ada, selama kamu bisa memenuhi komitmen dengan sebaik-baiknya.

Sebagai karyawan, kamu bisa mengambil keputusan dalam hal: apakah kamu membutuhkan sumber daya  tambahan untuk pekerjaan yang dilakukan atau perlukah kamu mengusulkan batas waktu yang baru?

4.    Lakukan Komitmenmu

Sekali kamu mengatakan Ya pada sebuah tugas, maka kamu wajib memenuhinya. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah bagaimana merencanakan kegiatan kita agar dapat memenuhi komitmen kita. Pepatah mengatakan, “if you fail to plan then you plan to fail”. Ketika kamu gagal merencanakan, berarti kamu merencanakan kegagalan.

5.   Memecahkan Masalah, Temukan Penyelesaian

Problem pasti banyak bermunculan. Tugas kita adalah mencari jalan keluar untuk memecahkan persoalan tersebut. Jangan terlalu memikirkan masalah, lebih baik diselesaikan dengan kepala dingin.

6.   Tanpa Alasan, Tanpa Menyalahkan

Jangan pernah menganggap kegagalan menjadi akhir segala. Tidak ada orang yang mau disalahkan. Semua orang pasti ingin dipandang benar, yang paling penting adalah keinginan kita bangkit dari kegagalan. Namun, sering kali keinginan tersebut kurang didukung oleh perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang baik. Bahkan kita sering menuduh orang lain ketika kita tidak dapat menjalankan komitmen terhadap diri kita, bahwa kita mesti bangkit dari kegagalan. Kita lebih sering mencari alasan agar tidak disalahkan. Lebih koreksi diri kita sendiri, apa yang salah pada diri kita.

7.   Terima Konsekuensi

Terkadang ada hal-hal yang terjadi di luar dari keinginan dan kemampuan kita, padahal kita sudah merencanakan dengan sebaik-baiknya, melakukan tugas dengan baik, mencari penyelesaian yang efektif, namun bisa saja hasilnya tetap tidak sesuai dengan yang kita harapkan dan rencanakan.

Ketika hal seperti ini terjadi, langkah pertama yang dapat kita lakukan adalah mengakui terjadinya kegagalan pemenuhan komitmen dan jangan mencari kesalahan orang lain. Hal tersebut tentu harus diikuti dengan permohonan maaf kepada pihak-pihak terkait yang dirugikan, individu maupun kelompok. Langkah kedua adalah bagaimana kita bisa fix-kan keadaan. Langkah ketiga, jangan lupa untuk belajar dari kegagalan yang kita hadapi, ambil kesimpulan dan hikmah dari kegagalan yang kita dapat.

8.    Jangan Melihat Kebelakang

Maksudnya adalah Jangan melihat kegagalan yang telah lalu, sambut masa depan dengan berkomitmen. Rencanakan apa yang akan dilakukan di masa akan datang dan kamu harus yakin dapat melakukannya dan hal itu akan terealisasi dengan baik.

Demikian penjelasan Bagaimana Menjadi Pribadi Tanggung Jawab. Semoga bermanfaat untuk semua yang membaca postingan ini.


Referensi:

Charis, Jeriel. 2015. Kunci Sukses Masa Depan. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.