Pupuk Hijau beserta Jenis-Jenisnya

Daftar Isi
Pupuk Hijau beserta Jenis-Jenisnya. Pupuk Hijau adalah pupuk yang bersumber dari hasil penguraian tumbuhan, umumnya dari dedaunan yang berasal pohon atau unsur-unsur dari tanaman. Umumnya digunakan untuk meningkatkan kandungan zat-zat hara didalam tanah. Sebaiknya pupuk hijau diberikan ketika hendak melakukan penanaman pertama kali karena kemampuan dari hasil penguraian tumbuhan yang menyebabkan unsur hara dalam tanaman cukup tinggi.


Pupuk hijau mempunyai kemampuan untuk memulihkan keadaan tanah yang bersifat fisik, kimia, maupun secara biologi. Dalam penggunaannya secara teratur di bidang pertanian akan menunjang ketahanan siklus ekologinya. Akibatnya akan mempengaruhi sumber alami berupa energi di dalam tanah sehingga dapat digunakan lagi setelah panen.

Jenis-Jenis Pupuk Hijau antara lain:

Pupuk Hijau Alami

Pupuk Hijau Alami terdiri unsur hasil pembusukan tumbuhan, tanaman atau pohon tertentu (tanaman Legum), seperti, kaliandra (caliandra callothyrsus), Gamal (Gliricidia Sepium), Lamtoro (Leuceana Leucephala), Hahapaan (Flemingia Macrophylla) atau bagian-bagian dari tanaman muda yang bisa terurai ke dalam tanah. Selanjutnya diproses secara alami yang dipengaruhi oleh cuaca dan Jasad renik. Kisaran waktu dalam mekanisme membuat pupuk hijau yaitu 4 hingga 6 bulan, tanaman yang telah terurai tersebut akan berubah menjadi pupuk hijau yang mampu menyuburkan tanah.

Pupuk Hijau Buatan (Padat)

Pupuk hijau buatan merupakan pupuk organik yang bermateri padat. Dalam pembuatannya, pupuk ini dibantu dengan tangan manusia, menggunakan bahan seperti dedaunan hijau, kotoran binatang, sisa dari hasil panen pertanian (jerami, potongan jagung, sisa batang tebu, dan lain sebagainya) dan ditambahkan lagi dengan bahan-bahan yang bersifat padat.

Pupuk Hijau Buatan (Cair)

Pupuk ini dibuat dari campuran dedaunan hijau, limbah rumah, limbah industri pertanian, dsb dengan bahan-bahan lainnya seperti urin ternak atau hasil peragian tanaman misalnya buah-buahan busuk dan pupuk hijau lainnya. Lalu, dicampur dengan sejumlah air, diproses lagi hingga menjadi pupuk hijau buatan yang bersifat cair. Pupuk ini dibuat hanya sebagai pelengkap saja dan diberikan dengan disemprotkan di permukaan tanah ataupun disiramkan ke dedaunan pada tanaman.


Demikian penjelasan tentang Pupuk Hijau Beserta Jenisnya. Semoga bermanfaat untuk kalian semua yang membaca postingan ini.


Referensi:

Patanga, Arief dan Yuliarti, Nurheti. 2016. Pembuatan, Aplikasi & Bisnis Pupuk Organik dari peternakan, dan Rumah Tangga. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.