Beberapa Kriteria Memilih Pasangan dalam Islam

Daftar Isi
Memilih pasangan hidup dalam Islam mesti dengan proses yang baik dan saksama, kelangsungan hidup rumah tangga bakal merasakan seimbang jika seorang individu memiliki teman hidup yang selaras. Implikasinya keseimbangan dan keharmonisan antara kandidat istri dan suami agar supaya setiap kandidat tersebut tidak merasa terbebani untuk melaksanakan pernikahan.
 
beberapa kriteria memilih pasangan dalam islam

Dalam mencari pasangan hidup atau jodoh, Rasulullah SAW telah menyampaikan petunjuk supaya seseorang tak merasa menyesal dengan pasangan yang menjadi jodohnya. Siapa saja tentu saja tidak menghendaki pernikahannya menjadi kacau balau. Rasulullah SAW bersabda,
“Nikahilah seseorang di antara kalian karena empat perkara: karena kecantikannya, hartanya, keturunannya, dan yang paling utama adalah agamanya.” (Muttafaqun’alaih).”

Berikut ini beberapa kriteria memilih pasangan dalam Islam.

1.    Kecantikan atau Ketampanan

Siapa saja pada umumnya terpikat dengan sesuatu dengan indah. Rasullah SAW pun telah menyatakan bahwa Allah SWT itu indah dan suka akan keelokan atau keindahan. Sang Ilahi yang suka akan keindahan sudah merahmati manusia dengan pemberian berupa fitrah yang juga suka akan keindahan. Akan tetapi, kriteria kecantikan maupun ketampanan bukan ketentuan yang utama untuk mengambil keputusan dalam memilih jodoh. Kecantikan dan ketampanan memiliki sifat tidak mutlak, bergantung pada siapa pun yang melihatnya. Cuma keindahan dari dalam (inner beauty) yang bakal melahirkan keindahan murni.

Umar bin Khattab mempunyai seorang anak laki-laki yang bernama Abdullah. Dia mempunyai istri yang begitu cantik sampai-sampai kecantikannya menyebabkan Abdullah terlambat sholat di masjid. Abdullah tidak mau renggang dari istrinya dan senantiasa terpana menatap ia di rumah. Menyadari perihal tersebut, Umar bin Khattab berharap kepada anaknya Abdullah untuk menceraikan istrinya sebab istrinya sudah mengakibatkan Abdullah mengesampingkan Allah SWT. tidak semestinya mencintai sesuatu dengan melewati batas. Bertingkah lakulah dengan tidak berlebihan sebab segala-galanya tidak lain dan tidak bukan milik Allah SWT. menempatkan semuanya, tidak berlebihan searah dengan ajaran Islam senantiasa menjadi perilaku yang paling baik.

2.    Harta

Pada umumnya orang masih beropini kalau harta adalah kriteria kebahagiaan dan keberhasilan seorang individu, sebenarnya sungguh banyak bukti kehidupan yang mengindikasikan perihal tersebut tidak sesuai. Sebagian besar pasangan suami istri yang berpisah atau berbuat selingkuh tidak berasal dari lingkungan dengan derajat sosialnya dan ekonomi yang kurang, namun dari orang kaya. Akan tetapi, pengetahuan orang-orang tersebut mengenai agama Islam begitu minim.
 
Harta sebetulnya perlu untuk aktivitas kehidupan, namun jangan membuatnya jadi syarat penting dalam mengambil keputusan dalam memilih jodoh. Allah SWT telah berjanji untuk memperbesar penghasilan siapa saja yang ingin menikah.

3.    Keturunan

Ada sebab  kenapa keturunan berperan serta menjadi aspek dalam pemilihan jodoh? Sebab keadaan jasmani dan psikis (mental) masing-masing individu terpengaruh oleh aspek keturunan. Rasulullah SAW juga memberitahukan supaya menentukan dalam memilih jodoh dari nasab atau keturunan yang baik serta sanak saudara dari kerabat jauh, bertindak hati-hati dalam perilaku dan menjaga kesehatan. Berdasarkan ilmu biologi, menikah dengan kerabat dekat bakal menyebabkan persoalan. 

4.    Agama

Pandangan agama inilah yang ditetapkan oleh Rasulullah SAW menjadi aspek penting dalam mengambil keputusan untuk memilih jodoh. Mempunyai pengetahuan akan ajaran agama yang teguh bakal melahirkan kesadaran akan hak dan kewajiban setiap individu. Kesadaran inilah yang bakal mendatangkan sakinah wa waddah wa rahmah.

Terkadang, seorang individu mendapatkan kandidat pasangan yang dilihat baik berdasarkan agama, namun membosankan secara fisik yang menyebabkan kurang suka. Perihal tersebut adalah suatu anggapan yang manusiawi. Akan tetapi ketika belum mengambil keputusan, lebih baik bila seseorang untuk berupaya untuk mengenalnya lebih lanjut lagi melalui mediator yang pada umumnya perantara. Barangkali rupanya kurang baik, namun bisa jadi ia mempunyai keistimewaan yang tidak bisa disandang orang lain. Tidak perlu melihat rupanya saja sebab tak ada manusia yang sempurna.
 
 
Demikian penjelasan beberapa kriteria memilih pasangan dalam Islam. Semoga bermanfaat untuk semua yang membaca postingan ini.

 
Referensi:
 
Azzahida, Wida. 2015. Pintar Mencari Jodoh. Bhuana Ilmu Populer. Jakarta.