Dakwah: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Keutamaan

Daftar Isi
Dakwah merupakan kegiatan dan usaha untuk mengatur kembali seseorang terutama manusia, entah itu personal ataupun khalayak ramai dari keadaan yang tidak baik menjadi keadaan yang lebih baik.
 
Dakwah Pengertian Tujuan Fungsi dan Keutamaan

Dakwah dalam pandangan yang lebih luas yakni tindakan bersama-sama dalam aspek-aspek kehidupan untuk mengubah status quo, untuk ketentraman dan kebahagiaan umat manusia. Di samping itu, konteks idealnya adalah dengan cara apa memberitahukan dan mengenalkan Islam dengan berbagai cara yang menarik. Berbagai format dakwah secara berkelanjutan diperbarui, namun bukan membiasakan diri atas segenap perkembangan zaman, sebaliknya konsisten berdiri di atas prinsip tauhid Islam dengan melakukan modifikasi berbagai perbahasaan dalam kulturnya.
 

A.    Pengertian Dakwah

Pengertian dakwah menurut para ahli, antara lain.
  • Menurut Muhyiddin dan Agus Ahmad Safei, dakwah adalah kegiatan mewujudkan transformasi sosial dan personal yang berasaskan pada perilaku pelaksana pembinaannya.
  • Menurut Toha Yahya Omar, dakwah adalah upaya menggemakan dan menyuarakan kepada personal manusia dan segenap umat manusia dalam pandangan Islam mengenai pikiran dan orientasi hidup manusia di dunia mencakup al-amar bi al-ma’ruf an-nahyu an al-munkar dengan macam-macam kaidah dan sarana yang diperkenankan akhlak dan mengarahkan pengalamannya dalam kehidupan bersosial dan kehidupan bernegara.
  • Menurut Ali Makhfudh, dakwah adalah menyerukan seseorang untuk melakukan kebaikan dan berpegang teguh pada pedoman agama, mengimbau mereka kepada kebajikan dan menghindari dosa supaya mendapatkan kebahagian di dunia maupun di akhirat.
  • Menurut Muhammad Khidr Husain, dakwah adalah usaha memberikan semangat supaya seorang individu melakukan hal baik dan mematuhi pedoman dan berbuat amr ma’ruf nahi mungkar dengan harapan memperoleh kesuksesan dan keselamatan berupa kebahagiaan dunia dan akhirat.
  • Menurut Ahmad Ghalwasy, dakwah adalah kajian ilmu yang digunakan untuk mendapatkan keterangan mengenai seni-seni mengemukakan kandungan kaidah Islam, entah itu akidah, syariat, ataupun akhlak.
 

B.    Tujuan Dakwah

Berikut ini tujuan dakwah antara lain.
  • Memberitahukan kesahihan dan kebenaran kaidah yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al-Hadis dan menyerukan manusia untuk mengimplementasikannya.
  • Untuk menanamkan akidah yang konsisten untuk masing-masing manusia.
  • Mewujudkan umat manusia yang berpegang teguh pada berbagai hukum yang sudah disyariatkan oleh Allah SWT.
  • Terbentuknya karakter pada penganut agama Islam yang saleh dan memiliki akhlakul karimah.
  • Untuk mendapatkan kenikmatan berupa kebahagiaan dunia dan akhirat.
  • Munculnya transformasi dalam diri seseorang terutama umat manusia, entah itu tingkah laku yang ideal maupun aktual, entah itu personal ataupun keluarga dan khalayak ramai.
 

C.    Fungsi Dakwah

Berikut ini fungsi dakwah antara lain.
  • Memberitahukan dan mengenalkan serta menyerukan mereka selaku umat manusia secara tulus dan ikhlas.
  • Memberitahukan keterangan berupa informasi kepada sasaran objek yang dihendaki.
  • Sebagai suatu tuntunan, dakwah dalam Islam seutuhnya mesti dijalankan supaya Islam membuatnya jadi rahmat penentram untuk kelangsungan hidup manusia.
  • Memelihara dan melindungi keaslian pesan Nabi Muhammad SAW dan mendakwahkan kepada keturunan yang berlanjut.
  • Menghindari laknat Allah SWT, yaitu penderitaan dan azab untuk semua umat manusia di dunia.
  • Dengan terdapatnya dakwah umat Islam bisa membuatnya jadi saudara. Dakwah dalam Islam seutuhnya dibutuhkan supaya Islam membuatnya jadi penentram bagi kelangsungan hidup manusia bersama dengan dakwah, Islam menyebar ke berbagai kawasan di seluruh penjuru dunia.
 

D.    Keutamaan Dakwah

Dakwah adalah anjuran untuk umat manusia supaya senantiasa melakukan hal baik dan mengimplementasikan perbuatan baik berupa amal sholeh searah dengan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Dakwah ialah aktivitas positif yang jelas mempunyai beragam keutamaan. Sisi lain, dakwah merupakan tugas Islam yang mesti dilaksanakan dan diupayakan. Selain itu terdapat banyak relevansi dan keutamaan yang bisa dirasakan jika seseorang atau diri sendiri bertindak sebagai seorang pendakwah. Dalam perihal itu sendiri, tidak hanya seorang pendakwah yang ahli namun juga semua orang khususnya sesama umat Islam yang ingin mendakwahkan kebaikan kepada sesama manusia supaya senantiasa ada di jalan Allah SWT. Berikut ini hadist keutamaan dakwah antara lain, Nabi Muhammad SAW bersabda,
Sampaikan dariku satu ayat dan ceritakanlah (apa yang kalian dengar) dari Bani Isra’il dan itu tidak apa (dosa). Dan siapa yang berdusta atasku dengan sengaja siap-siaplah di tempat duduknya di neraka. (HR. Bukhari).

Selain itu, terdapat hadist dari Nabi Muhammad SAW yang memberitahukan bahwa mendapatkan pahala yang besar serta melipatgandakan untuk individu yang menyuarakan dakwah. Nabi Muhammad SAW bersabda,
Demi Allah, sesungguhnya Allah SWT memberikan hidayah kepada seseorang dengan (da’wah)mu, maka itu lebih baik bagimu dari unta merah.(HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Seorang pakar bernama Ibnu Hajar Al-‘Asqalani saat menerangkan hadits tersebut mengatakan bahwa, “Unta merah merupakan kendaraan yang begitu disanjungkan oleh bangsa Arab hingga dewasa ini”. Hadits itu sendiri menandakan bahwa upaya seorang pendakwah menyuarakan hidayah kepada seorang individu adalah sesuatu yang begitu besar nilainya di sisi Allah SWT, begitu besar dan begitu baik dari kebesarhatian seorang individu atas kendaraan mewah yang dipunyainya.
 
Dalam riwayat Al-Hakim dikatakan, Nabi Muhammad SAW bersabda,
Wahai Ali, sesungguhnya Allah SWT memberikan hidayah seseorang dengan usaha kedua tanganmu, maka itu lebih bagimu dari tempat manapun yang matahari terbit di atasnya (lebih baik dari dunia dan isinya). (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak).

Dalam riwayat Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW bersabda, 
Sesungguhnya Allah SWT memberi banyak kebaikan, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi, sampai semut-semut di lubangnya dan ikan-ikan selalu mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. (HR. Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahili).

Kemuliaan ganjaran untuk individu yang melakukan dakwah yidak cuma pada besaran ganjaran untuknya namun juga disebabkan tidak henti-hentinya balasan tersebut mengalir kepadanya walaupun individu itu sudah meninggal. Nabi Muhammad SAW bersabda, 
Siapa yang mencontohkan perbuatan baik dalam Islam, lalu perbuatan itu setelahnya dicontoh (orang lain), maka akan dicatat untuknya pahala seperti pahala orang yang mencontohnya tanpa dikurangi sedikitpun pahala mereka yang mencontohnya. Dan barangsiapa mencontohkan perbuatan buruk, lalu perbuatan itu dilakukan oleh orang lain, maka akan ditulis baginya dosa seperti dosa yang menirunya tanpa mengurangi mereka yang menirunya. (HR. Muslim dari Jarir bin Abdillah ra).

Dan satu diantara keutamaan dakwah itu sendiri, dakwah bisa membuatnya jadi penolong dalam hukuman berupa azab Allah SWT. Dakwah serta amar ma’ruf nahi munkar merupakan kendali sosial yang mesti dijalankan oleh umat Islam supaya kelangsungan hidup ini senantiasa dikontrol oleh kebajikan. Kesalahan dalam bentuk kebatilan yang menguasai kelangsungan hidup akan mengakibatkan turunnya peringatan atau siksaan dari Allah SWT. Nabi Muhammad SAW, bersabda, 
Perumpamaan orang yang tegak di atas hukum-hukmu Allah SWT dengan orang yang melanggarnya seperti kaum yang menempati posisinya di atas bahtera, ada sebagian yang mendapatkan tempat di atas, dan ada sebagian yang mendapat tempat di bawah. Mereka yang berada di bawah jika akan mengambil air harus melewati orang yang berada di atas, lalu mereka berkata” “Jika kita membohongi bagian bawah milik kita dan tidak mengganggu mereka.” Kalau mereka membiarkan keinginan orang yang akan membohongi, mereka semua celaka, dan jika mereka menahan tangan mereka maka selamatlah semuanya. (HR. Bukhari).

 
Demikian penjelasan dakwah: pengertian, tujuan, fungsi, dan keutamaan. Semoga bermanfaat untuk semua yang membaca postingan ini.

 
Referensi:
 
AB, Syamsuddin. 2016. Pengantar Sosiologi Dakwah. Kencana. Jakarta.