Komunikasi Organisasi: Pengertian, Tujuan dan Teori

Daftar Isi
Pengertian, Tujuan, dan Teori. Komunikasi organisasi merupakan hubungan komunikasi yang diselenggarakan pada lingkup sebuah organisasi maupun perusahaan, entah itu yang diselenggarakan oleh pegawai bawahan kepada pegawai bawahan ataupun pimpinan kepada pimpinan dan terlebih lagi pegawai bawahan kepada pimpinan. Tentunya karakteristik komunikasi organisasi yakni terdapatnya susunan yang spesifik dan terdapatnya berbagai pengertian yang dimengerti setiap perangkat berupa anggota perusahaan.
 
Komunikasi Organisasi Pengertian Tujuan dan Teori

Komunikasi organisasi begitu terkait erat dengan konteks dan kultur. Seorang anggota pada lingkup organisasi mengirimkan masukan dalam bentuk pesan melalui dialog tatap muka, tertulis dan prosedur mediasi. Perlu diketahui, komunikasi organisasi kebanyakan berpusat dalam mengembangkan hubungan dan melakukan interaksi dengan anggota organisasi dari dalam dan khalayak umum dari luar yang berminat.

A.    Pengertian Komunikasi Organisasi

Berikut ini pengertian komunikasi organisasi menurut para ahli antara lain.
  • Menurut Goldhaber, komunikasi organisasi adalah mekanisme mewujudkan dan saling menukar satu dengan lainnya untuk menanggulangi keadaan tempat yang tidak tentu maupun yang senantiasa mengalami perubahan.
  • Menurut Hitesh Bhasin, komunikasi organisasi adalah cara pengutaraan dan membagi sesuatu informasi secara bersama layaknya tujuan organisasi yang dipakai untuk meraih tujuan tersebut, ketentuan berupa kebijakan, regulasi dan kaidah serta detail biasa lainnya.
  • Menurut Scot T. Paynton dan Laura K. Hahn, komunikasi organisasi adalah dengan cara apa organisasi mewakili, menyampaikan dan mewujudkan suasana serta kultur organisasi mereka tentunya tingkah laku, nilai dan tujuan yang membuatnya jadi ciri organisasi beserta anggotanya.
 

B.    Tujuan Komunikasi Organisasi

Berikut ini beberapa tujuan komunikasi organisasi antara lain.
  • Komunikasi yang berdaya guna dan pragmatis senantiasa mewujudkan lingkungan kerja terbaik di masing-masing organisasi.
  • Komunikasi yang baik senantiasa menjadi kaidah seseorang dalam berperilaku pada lingkup organisasi apapun.
  • Komunikasi yang berdaya guna dan pragmatis senantiasa mendatangkan koordinasi yang lebih baik, persepsi yang baik dan penguasaan yang baik di masing-masing organisasi.
  • Untuk menunjang dalam mencapai sasaran yang sudah ditetapkan sebelumnya dengan metode yang lebih baik.
  • Komunikasi yang baik tentunya perintah dan tanggapan langsung akan diteruskan ke unit maupun individu yang bersangkutan.
  • Rencana atau peraturan diterapkan secara tepat guna dan pragmatis dengan akomodaso hubungan komunikasi yang baik.

C.    Teori Komunikasi Organisasi

Berikut ini beberapa teori komunikasi organisasi antara lain.

1.    Teori Organisasi Klasik Weber

Teori ini dikemukakan oleh Max Weber. Ia dinilai sebagai pelopor disiplin ilmu organisasi. Teorinya mengenai organisasi birokrasi merupakan usaha awal untuk menginterpretasikan sistem organisasi dan memberikan pengertian pada mekanisme komunikasi yang muncul di lingkup organisasi.
 
Teori organisasi klasik weber menjelaskan bahwa organisasi mempunyai fungsi dan kewajiban berupa tanggung jawab yang eksplisit lantaran komunikasi memiliki sifat hierarkis, tersistem dan spesifik. Tidak terdapat tempat untuk kebimbangan dalam pesan yang disalurkan dari atas lantaran organisasi mempunyai sistem layaknya mesin yang tidak fleksibel tentunya memungkinan masing-masing orang mempunyai andil melalui fungsi dan tanggung jawab tertentu dan tidak samar.
 
Tentunya, studi pada teori organisasi klasik weber memberikan ruang yang dominan. Lebih lanjut lagi metode kerja organisasi yakni dengan menyalurkan pekerjaan searah dengan keterampilan dan prioritas tertentu oleh gagasan yang bersifat definitif dari berbagai konsep dalam teori ini.

2.    Teori Kontrol Organisasi Tompkins dan Cheney

Teori ini dikemukakan oleh Tompkins dan Cheney. Teori kontrol organisasi merupakan ekspansi dari teori organisasi klasik weber yang diimplementasikan pada organisasi yang bergerak melalui jalan birokrasi namun belum seluruhnya tidak berbentuk. Teori kontrol organisasi menjelaskan bahwa terdapat empat jenis kontrol yang menentukan dengan cara apa organisasi menerapkan otoritas berupa kekuasaan pada lingkupnya. Jenis kontrol tersebut ialah elementer, teknis, birokratis dan konsertif.
 
Sisi lain, dari empat jenis kontrol yang telah disebutkan ini diinterpretasikan searah dengan kemajuan organisasi dari bentuk organisasi yang begitu elementer ke birokrasi murni yang menjadikannya begitu teknis dan selanjutnya suatu organisasi yang memungkinkan masing-masing individu tahu apa yang dikehendaki dari organisasi tersebut dan mempunyai berbagai tujuan organisasi. Misi dan visi jelas tersemat di dalamnya. Hakikatnya dalam hal ini ialah bahwa Tompkins dan Cheney mengemukakan bentuk yang memungkinkan kontrol dan hubungan komunikasi lebih dari apa yang sudah dikira oleh Weber dan tidak lebih dari apa yang dibeberkan oleh ahli teori post modern mengenai kontrol dan hubungan komunikasi.

3.    Teori Manajerialisme Deetz

Perkembangan sistem dan bentuk organisasi selama bertahun-tahun sudah memunculkan teori yang merepresentasikan berbagai nilai organisasi yang berubah. Teori manajerialisme dikemukakan oleh Stanley Deetz. Teori ini merupakan satu diantara usaha untuk menginterpretasikan dengan cara apa hubungan komunikasi organisasi dan kontrol organisasi berlangsung di perusahaan yang memungkinkan pandangan klasik diubah dengan legalisasi terhadap relevansi politik dan ekonomi serta keperluan untuk mewakili dan mengemukakan relevansi yang bermacam-macam tersebut.
 
Tanggapan dari teori ini ialah bahwa Deetz melebihi gagasan yang bersifat definitif mengenai organisasi sedangkan sebaliknya mengusulkan gagasan mengenai organisasi yang memperkirakan suara demokratis rakyat dan sentral kekuasaan pada lingkup organisasi. Konsolidasi dalam mengidentifikasi fakta bahwa substansi terdapat pada individu dan tidak ada hubungan dengan kata-kata mereka. Dalam mengetahui relevansi di balik substansi ini memang merupakan kemajuan dari bentuk birokrasi Weber yang tidak berbentuk, tidak adanya nama dan teori kontrol yang sedikit dikembangkan dari Tompkins dan Cheney.

Hakikat dari teori ini adalah bahwa teori Deetz terbentuk dari keperluan untuk memperkenankan kualitas derajat manajerial sebagai dominasi yang mesti dipertimbangkan dalam organisasi di akhir abad ke-20 dan karena hal itu mewakili kemajuan yang wajar dalam teori kontrol dan komunikasi organisasi.

 
Demikian penjelasan komunikasi organisasi: pengertian, tujuan, dan teori. Semoga bermanfaat untuk semua yang membaca postingan ini.

 
Referensi:
 
Silviani, Irene. 2020. Komunikasi Organisasi. PT. Scopindo Media Pustaka. Surabaya.