Estetika: Pengertian, Tujuan, Prinsip, dan Nilai
Daftar Isi
Estetika termasuk satu diantara bagian dari filsafat yang mengulas keindahan. Estetika implikasinya ialah disiplin ilmu yang mengkaji bagaimana suatu keindahan dapat terwujud, dan dengan cara apa agar bisa merasakannya.
Hampir semua orang mungkin lebih familier estetika sebagai suatu keindahan, maksudnya yakni mempunyai banyak pengertian dan makna bagi masing-masing sudut pandang individu. Hal tersebut mencakup dalam menentukan dimensi dan standar estetika itu sendiri. Atas dasar itulah, masing-masing individu mempunyai pengalaman estetikanya tersendiri pada suatu format objek yang telah ditentukan.
A. Pengertian Estetika
Berikut ini beberapa pengertian estetika menurut para ahli antara lain.- Menurut Luis Kastoff, estetika adalah pandangan akan ilmu mengenai sesuatu yang indah dan hanya berkaitan dengan keindahan di dalam sebuah karya seni.
- Menurut John Hospers, estetika adalah buah pikiran mengenai objek estetis atau karya seni, di sisi lain juga membuat pendalaman tentang konsep yang dipakai dalam pemikiran tersebut.
- Menurut Dra. Astini Kusmiati, estetika adalah keadaan yang berhubungan dengan perasaan keindahan yang dirasakan seorang individu namun rasa keindahan itu sendiri baru akan dirasakan jika terjadi harmonisasi yang selaras dari berbagai unsur keindahan yang termuat pada suatu entitas.
- Menurut Munro, estetika adalah mekanisme menanggapi terhadap dorongan, khususnya melalui tanggapan indera, namun dihubungkan dengan proses kerohanian layaknya gambaran, interpretasi khayalan, dan emosi.
B. Tujuan Estetika
Berikut ini sejumlah tujuan estetika antara lain.- Melakukan penentuan perilaku atas keindahan yang ada dalam alam, kehidupan manusia dan kesenian.
- Melakukan pencarian strategi-strategi yang sesuai dalam menjawab persoalan entitas pengamatan indra, terutama hasil kesenian yang mendatangkan efek terhadap rohani manusia, khususnya kontemplasi dan pemikiran, serta sikap dan tindakan manusia.
- Melakukan pencarian mengenai pemikiran yang komprehensif berkaitan dengan keindahan dan berbagai entitas yang menunjukkan rasa keindahan.
- Melakukan analisis berbagai persoalan yang berkaitan dengan bahasa dan pengucapan yang semestinya, searah dengan kebutuhan. Sebagai contohnya, pada lingkup karya sastra, serta menganalisis batasan mengenai istilah-istilah dan berbagai garis besar keindahan.
- Melakukan pencarian teori dalam rangka menentukan dan menjawab masalah di lingkup karya seni dan berbagai entitas yang mewujudkan pengalaman indah.
C. Prinsip Estetika
Berikut ini beberapa prinsip estetika antara lain.1. Kombinasi Harmoni
Harmoni atau lebih dikenal dengan keselarasan adalah kombinasi dari berbagai unsur yang berlainan dekat. Bila dari berbagai unsur estetika dikombinasikan dengan mekanisme berdekatan maka akan muncul paduan tertentu dan muncul harmoni. Artinya, harmoni merupakan keselarasan yang berpola dengan mekanisme terancang yang membuat semua orang menikmati keterancangan tersebut.2. Kombinasi Kontras
Kontras mendorong interes, kontras menimbulkan desain, kontras termasuk komplemen komposisi dalam proses mencapai wujud. Kontras merupakan dua kondisi yang dikombinasikan, namun mempunyai nuansa yang begitu tajam maka bila berlebihan sekali akan mendatangkan kerusakan pada komposisi yang terbentuk.3. Kombinasi Repitisi
Repetisi bila ditinjau dari sisi definitif merupakan pengulangan dan pada lingkup objek seni, irama adalah repetisi dari berbagai unsur estetikanya. Pengulangan begitu penting lantaran terlibat membentuk keselarasan di lingkup sebuah entitas seni yang terwujud oleh interval diantaranya.4. Kombinasi Gradasi
Gradasi adalah kombinasi dari interval kecil ke interval besar tentunya dilangsungkan dengan penambahan maupun pengurangan secara keteraturan dan tahap demi tahap. Artinya, transformasi bentuk yang tidak fleksibel ke dalam gerak luwes dan membangkitkan rasa ketertarikan.D. Nilai Estetika
Dalam membahas estetika, tentunya tidak akan lepas dari pembahasan mengenai budaya. Perumpamaan sebuah jiwa, estetika merupakan jiwa dari suatu karya. Dengan demikian perihal yang akan dibahas adalah karya arsitektur. Dalam dinamika kemajuan mengenai estetika, umumnya membahas bagaimana khalayak umum melakukan penilaian sebuah estetika tersebut.Nilai estetika pada hakikatnya tidak mempunyai ukuran tertentu dan bebas dari segenap batasan. Akan tetapi pada sebuah hasil arsitektur, bentuk estetika akan terlihat pada keselarasan yang digunakan pada lingkup berbagai reka bentuk dan gaya. Terdapat sejumlah faktor layaknya keindahan dalam memberi rangkaian keselarasan dan keseimbangan, kesenangan pada eksistensi hubungan yang positif mengenai makna daya guna dan kenyamanan, minat atau sukacita yang mengedepankan pada faktor selera. Elemen seni dan keindahan pada sebuah hasil arsitektur tidak sekadar akan nampak pada motif maupun ornamen dan variasi hias yang tersemat akan tetapi juga pada reka bentuk yang terdapat dalam hasil arsitektur itu sendiri. Estetika akan kian mengalami perkembangan dan kemajuan searah dengan permintaan dan tren yang eksis di masyarakat. Perihal tersebut yang membuat sebagian besar desain arsitektur mengalami perkembangan dan aktif sesuai dengan dinamika zamannya. Kerap kali sebuah rancangan rumah akan disukai pada suatu masa akan tetapi pada suatu momen akan ditinggalkan.
Demikian penjelasan estetika: pengertian, tujuan, prinsip, dan nilai. Semoga bermanfaat untuk semua yang membaca postingan ini.
Referensi:
Agung, Lingga. 2017. Pengantar Sejarah dan Konsep. PT Kanisius. Sleman.
