Struktur Organisasi: Pengertian, Unsur, Fungsi, dan Jenis-Jenis

Daftar Isi
Struktur organisasi merupakan suatu bentuk dan sangkut paut antara setiap bagian secara kedudukan yang tersedia pada perusahaan atau badan dalam membangun kegiatan operasional untuk mencapai target. Struktur organisasi mencakup bagaimana pekerjaan dibagi, diklasifikasikan, dan diatur dengan mekanisme yang formal.
 

Struktur organisasi memperlihatkan bentuk dan tatanan manifestasi pola tetap korelasi diantara peranan, bagian atau kedudukan maupun para individu yang mengindikasikan tugas, otoritas dan responsibilitas yang berlainan pada lingkup organisasi.
 

A. Pengertian Struktur Organisasi

Berikut ini beberapa pengertian struktur organisasi menurut para ahli antara lain.
  • Menurut Siswanto, struktur organisasi adalah mekanisme menentukan pembagian kerja dan menunjukkan peranan ataupun kegiatan yang bervariasi tentunya dihubungkan hingga batas tertentu serta menunjukkan level spesialisasi kegiatan kerja.
  • Menurut Hasibuan, struktur organisasi adalah suatu ilustrasi yang mencerminkan jenis organisasi, pengelompokkan berbagai organisasi kedudukan, dan klasifikasi wewenang pemangku kepentingan layaknya pejabat, bidang dan jalinan pekerjaan, garis perintah dan responsibilitas, jarak kontrol dan tatanan pimpinan organisasi.
  • Menurut Robbins dan Coulter, struktur organisasi adalah suatu kerangka kerja formal pada organisasi atau badan yang dengan kerangka kerja tersebut berbagai pekerjaan dapat dilakukan pembagian, pengelompokkan, dan pengoordinasian.
 

B. Unsur Struktur Organisasi

Berikut ini beberapa struktur organisasi antara lain.

1. Spesialisasi Aktivitas

Spesialisasi menitikberatkan pada spesialiasi berbagai tugas yang bersifat perseorangan dan kelompok kerja pada lingkup organisasi yang berkaitan dengan pembagian kerja serta berbagai pengaturan tugas ini menjadi unit-unit kerja. Pada lingkup organisasi pembagian pekerjaan termasuk kewajiban mutlak, dengan tidak adanya itu kemungkinan munculnya campur aduk tugas begitu besar. Pembagian pekerjaan selanjutnya akan mendatangkan unit paling kecil pada lingkup organisasi. Hal ini merupakan fundamental yang dipakai dalam rangka mengategorikan beberapa pekerjaan menjadi satu kelompok.

2. Pembakuan Aktivitas

Pembakuan aktivitas termasuk proses yang diaplikasikan organisasi untuk memberikan jaminan prediktabilitas kegiatannya. Membakukan memiliki batasan yakni menjadikan aktivitas pekerjaan sama dan mematuhi kaidah.

3. Koordinasi Aktivitas

Koordinasi aktivitas adalah mekanisme dalam menghimpun segenap kegiatan dan berbagai fungsi sub organisasi dari unit-unit atau bagian pada lingkup organisasi untuk mewujudkan keseimbangan gerak langkah di berbagai unit yang tersedia dalam pencapaian target secara berdayaguna.

4. Sentralisasi dan Desentralisasi Pengambilan Keputusan

Sentralisasi dan desentralisasi pengambilan keputusan menitikberatkan pada kedudukan kewenangan pengambilan keputusan. Pada lingkup struktur organisasi yang dilakukan sentralisasi, keputusan diambil pada kedudukan tinggi oleh manajer tertinggi.

C. Fungsi Struktur Organisasi

Berikut ini beberapa fungsi struktur organisasi antara lain.

1. Memberi Kepastian Mengenai Responsibilitas

Setiap anggota dalam kedudukan sebuah struktur organisasi pada lingkup badan memiliki responsibilitas atau tanggung jawab mengenai berbagai pekerjaan dan segenap kewajiban yang patut mereka pertanggungjawabkan pada pimpinannya secara serta merta yang sudah memberikan kuasa terhadapnya.

Hal ini merupakan suatu yang penting dalam memiliki struktur organisasi lantaran memberikan kepastian tentang penerapan ataupun pelaksanaan terhadap kewenangan yang mesti dilakukan pertanggungjawabkan oleh setiap anggota yang berkedudukan pada struktur organisasi terkait.

2. Mendeskripsikan Posisi dan Koordinasi pada Setiap Penyusun Organisasi

Seorang anggota organisasi yang namanya tertera dalam kedudukan struktur organisasi sebuah organisasi, memang bisa lebih memudahkan dalam mengatur posisi dan hubungannya dengan peranan tugas yang sudah diamanahkan kepadanya.

Kondisi ini begitu diperlukan untuk mencegah munculnya kekeliruan informasi maupun komunikasi dan mampu diterapkan sebagai fundamen dalam menyelesaikan tugas yang membutuhkan komunikasi dan melakukan pembahasan antar hierarki atau posisi jabatan pada lingkup struktur organisasi yang bersangkutan.

3. Mendeskripsikan Bagaimana Jalur Hubungan Disetiap Struktur

Pada lingkup sebuah organisasi sangat diperlukannya transparansi hubungan yang tercermin dalam tingkatan atau kedudukan struktur organisasi terkait. Hal ini diperlukan untuk mendayagunakan jalur penyelesaian sebuah tugas agar sama-sama memberikan keuntungan kepada setiap anggota pada lingkup struktur organisasi yang bersangkutan.

4. Memberikan Deskripsi Pekerjaan yang Dibebani Secara Spesifik

Masing-masing pekerjaan atau uraian tugas yang ada pada lingkup sebuah struktur organisasi dalam sebuah organisasi tentu saja akan sangat menunjang segenap pihak yang bersangkutan di dalamnya, entah itu pimpinan ataupun bawahannya pada lingkup struktur organisasi terkait.
 
Bagi pimpinan, masing-masing uraian tugas bawahannya akan menunjang mereka dalam melangsungkan tindakan supervisi dan pengendalian jika terdapat deskripsi tugas yang tidak selaras.
 
Adapun bagi bawahan, masing-masing uraian tugas yang spesifik mampu menunjang mereka untuk lebi fokus dalam melangsungkan berbagai pekerjaan yang diamanahkan kepadanya.

D. Jenis-Jenis Struktur Organisasi

Beberapa Jenis Struktur Organisasi antara lain.

1. Struktur Sederhana

Struktur sederhana merupakan sebuah hierarki yang dikarakteristik dengan taraf departementalisasi yang minim, rentang kontrol yang ekstensif, otoritas yang terkonsentrasi pada satu orang saja dan sedikit formalisasi. Kapasitas dari struktur ini ialah kelugasannya yang tergambar dalam kecepatan, keluwesan, ekonomis dalam melakukan langkah mengelola dan transparansi akuntabilitas. Satu kekurangan yang penting yakni struktur ini tidak mudah diaplikasikan di mana saja terkecuali di organisasi kecil lantaran struktur sederhana menjadi tidak layak sata organisasi mengalami perkembangan. Hal ini disebabkan oleh formalisasinya yang minim dan sentralisasinya yang tinggi tentunya relatif mendatangkan kelebihan bawaan berupa beban di puncak.

2. Birokrasi

Birokrasi merupakan sebuah hierarki dengan berbagai pekerjaan operasi yang begitu teratur yang dicapai dengan menerapkan spesialisasi, regulasi dan ketentuan yang begitu umum. Adapun berbagai pekerjaan yang diklasifikasikan ke dalam departemen-departemen tentunya bersifat fungsional, otoritas terpusat, rentang kontrol yang sempit dan langkah dalam mengambil keputusan yang berpegang erat pada rantai komando. Kekuatan terpenting dalam birokrasi ialah terdapat keefektifan melaksanakan berbagai kegiatan yang memiliki standar secara berdaya guna, sementara itu kekurangannya ialah dengan terdapatnya spesialisasi yang dihasilkan dapat mendatangkan berbagai perselisihan pada cabang unit terkait lantaran berbagai sasaran unit fungsional mampu menaklukkan sasaran keseluruhan organisasi. 

3. Struktur Matriks

Struktur matriks merupakan sebuah hierarki yang mendatangkan garis otoritas multipel dan mengombinasikan departementalisasi fungsional dan produk. Struktur matriks sendiri bisa ditemui di berbagai pemasok periklanan, perusahaan yang bergerak di industri pesawat terbang, laboratorium observasi dan pengembangan, perusahaan yang bergerak di industri konstruksi, rumah sakit, berbagai badan pemerintah, universitas, perusahaan yang bergerak di industri konsultan manajemen, dan perusahaan hiburan.
 
Dilihat dari sisi fundamennya, struktur matriks mengombinasikan dua format departementalisasi yang mencakup fungsional dan produk. Contoh dominasi dari departementalisasi fungsional yakni pada penggabungan para spesialis yang memperkecil jumlah yang dibutuhkan seraya melakukan penghimpunan dan pembagian sumber daya yang bersifat spesifik untuk keseluruhan produk.
 

4. Struktur Tim

Struktur tim merupakan pendayagunaan tim sebagai media sentral dalam rangka melakukan pengaturan aktivitas-aktivitas kerja. Ciri-ciri utama struktur tim ialah bahwa struktur ini mengabaikan berbagai masalah departemental dan melakukan desentralisasi dalam proses mengambil keputusan ke level tim kerja. struktur tim juga menstimulasi staf pegawai untuk menjadi generalis dan spesialis.
 

5. Organisasi Virtual

Organisasi virtual merupakan organisasi inti kecil yang melakukan subkontrak di berbagai fungsi bisnis secara rinci.

6. Organisasi Nirbatas

Organisasi nirbatas merupakan sebuah organisasi yang memiliki upaya menghilangkan rantai komando, memiliki rentang kontrol yang tak ada batasnya dan melakukan pergantian departemen dengan tim yang diberdayakan.

Demikian penjelasan struktur organisasi: pengertian, unsur, fungsi, dan jenis-jenis. Semoga bermanfaat untuk semua yang membaca postingan ini.

Referensi:
 
Pratama, Rheza. 2020. Pengantar Manajemen. Penerbit Deepublish. Sleman.