Gangguan Kepribadian: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Dampak

Daftar Isi
Gangguan kepribadian adalah suatu ketidaknormalan yang tergolong dalam kategori berat. Umumnya, kendala ini terdapat pada kepribadian dan tingkah laku seseorang. Ketidaknormalan ini berkaitan dengan pergolakan karakter dan sosial. Kondisi ini bisa mengakibatkan problem dalam melakukan hubungan sosial dengan individu lain dan mengakibatkan kesulitan dalam memenuhi rutinitas layaknya bekerja, belajar maupun membina hubungan dengan baik.
 
 
Terdapat sebuah penelitian atau analisis mengenai gangguan kepribadian seorang individu yang dilandaskan pada karakter, suasana hati dan emosi, interaksi sosial, serta responsif secara tiba-tiba berdasarkan perasaan hati. Akan tetapi, hal ini justru mendatangkan polemik dan mendatangkan kerugian pada individu terkait. Hal ini disebabkan terdapatnya predikat tertentu dari individu lain yang dialamatkan pada individu tersebut lalu membuatnya semakin tidak mau melakukan interaksi atau berhubungan dengan individu lain. individu ini justru memutuskan untuk mengasingkan diri. Minimnya hubungan sosial entah itu di daerah sekitar tempat tinggal maupun di tempat kerja juga ikut memperparah keadaan dan suasana perasaan individu yang bersangkutan. Keadaan ini bisa muncul lantaran ia semakin memperbesar aspek dramatis, menyimpan erat, mengulangi maupun mengenang kembali suasana perasaan dan tidak suka bersosialisasi.

A. Pengertian Gangguan Kepribadian

Berikut ini beberapa pengertian Gangguan Kepribadian menurut para ahli antara lain.
  • Menurut Kaplan dan Saddock, gangguan kepribadian adalah suatu jenis lain dari perilaku kepribadian tersebut yang di luar jangkauan yang ditemui oleh kebanyakan individu.
  • Menurut Larsen, gangguan kepribadian adalah suatu bentuk sifat kebiasaan yang jauh sekali perbedaannya dengan kebiasaan seorang individu pada umumnya.  Perbedaan bentuk kepribadian penderita gangguan ini dapat ditinjau dari cara individu memandang sesuatu, cara individu berpikir, dan cara individu melakukan hubungan interaksi dengan individu lain.
  • Menurut Theodore Millon, gangguan kepribadian adalah suatu struktur yang stabil dan parah sekali dari kepribadian, pikiran, dan perasaan yang bervariasi dari nilai sosial yang didapatkan.
  • Menurut Otto Kernberg, gangguan kepribadian adalah suatu gangguan yang muncul lantaran seoranga individu tidak bisa untuk menjaga dan mempertahankan integrasi serta stabilisasi jati dirinya.
 

B. Jenis-Jenis Gangguan Kepribadian

Berikut ini beberapa jenis gangguan kepribadian antara lain.

1. Gangguan Kepribadian Paranoid

Umumnya seseorang dengan gangguan kepribadian paranoid memiliki prasangka yang terlalu banyak dan merasa bahwa individu lain tidak bisa dipercaya. Individu terkait kerap kali disalahkan maupun dianiaya, dan bisa mengambil sikap defensif serta berprasangka kepada individu lain. Gangguan ini lazimnya terjadi pada masa anak masih kecil maupun remaja dan kerap kali muncul pada pria dibandingkan dengan wanita.
 

2. Gangguan Kepribadian Schizoid

Individu dengan gangguan kepribadian schizoid cenderung membatasi kontak fisik dengan individu lain dan kurang antusias pada interaksi sosial. Individu terkait tidak suka membaur atau menyukai kesendirian, melakukan aktivitas soliter, dan memiliki antusias yang khusus pada topik maupun berbagai objek tertentu. Selain itu, individu terkait memiliki harapan yang kuat terhadap kedekatan dengan individu lain, namun ia berpikir bahwa menjaga hubungan dengan individu lain begitu kompleks dan menyedihkan. Akibatnya, individu terkait mengambil keputusan untuk menarik diri dan menghindari hubungan sosial dengan individu lain.

3. Gangguan Kepribadian Schizotypal

Individu dengan gangguan kepribadian ini cenderung memiliki perspektif dan tindakan yang aneh. Individu terkait bisa memiliki fantasi atau kepercayaan aneh yang tidak rasional dan memiliki kemampuan sosialisasi yang terbatas. Lazimnya individu dengan perilaku schizotypal kerap kali terperangkap oleh pemahamannya dan pikirannya. Oleh karena itu bisa mendatangkan kepercayan yang tinggi terhadap berbagai ilmu gaib dan mitos yang ada di lingkungan sekitarnya.

4. Gangguan Kepribadian Antisosial

Seorang individu yang memiliki gangguan kepribadian antisosial kerap kali melakukan pelanggaran terhadap hak individu lain dan tidak menaruh perhatian terhadap nilai sosial. Individu terkait kerap kali menganggap remeh perasaan maupun kesulitan individu lain dan bisa jadi memiliki rekam jejak atau tingkah laku yang tidak sejalan dengan hukum maupun adab. Sehingga orang dengan gangguan kepribadian ini lazimnya tidak bisa memenuhi kewajiban terhadap keluarga maupun pekerjaan.

C. Dampak Gangguan Kepribadian

Berikut ini beberapa dampak gangguan kepribadian antara lain.

1. Muncul Kendala dalam Membina Hubungan Interpersonal

Seseorang dengan gangguan kepribadian kerap kali memunculkan kendala dalam membina hubungan interpersonal yang baik dan awet. Hal ini berpotensi mengakibatkan isolasi sosial, muncul masalah dalam menjalin pertemanan, hubungan romantis, dan pertentangan dalam jalinan keluarga.

2. Kesulitan dalam Menangani Tekanan Mental dan Problem Keseharian

Gangguan kepribadian juga bisa memberikan dampak pada kemampuan seorang individu dalam rangka menangani tekanan mental dan problem keseharian secara tepat guna. Orang dengan gangguan ini barang kali merasa sensitif atau mudah tersinggung, gelisah, atau tidak terkendali saat menghadapi kesulitan atau problem kecil.

3. Naiknya Tingkat Risiko terhadap Problem Kesehatan Psikologis Lainnya

Seseorang dengan gangguan kepribadian lebih rentan terhadap problem kesehatan psikologis lainnya, layaknya depresi, keresahan, maupun gangguan pola makan. Perihal ini berhubungan dengan ketidakmudahan dalam membina hubungan sesama individu dan menangani tekanan batin yang bisa mengakibatkan isolasi sosial, adanya kendala dalam mencapai tujuan hidup, kesedihan, dan penurunan kebahagiaan hidup secara komprehensif.

4. Berpengaruh Terhadap Pekerjaan

Gangguan kepribadian bisa memberikan pengaruh pada individu dalam melakukan pekerjaan secara efektif sekaligus mempengaruhi dalam mencapai sasaran kerja. Perihal tersebut berhubungan erat dengan kesulitan dalam melakukan pekerjaan pada lingkup suatu tim, ketidakmudahan dalam menangani pertentangan dengan partner kerja, dan ketidakmudahan dalam memenuhi tanggung jawab pekerjaan yang berlainan. 

Demikian penjelasan gangguan kepribadian: pengertian, jenis-jenis, dan dampak. Semoga bermanfaat untuk semua yang membaca postingan ini.

Referensi:
 
Kartini, Sri. 2019. Mengenal Gangguan Kepribadian. Penerbit Bumi Aksara. Semarang.