Manajemen Tenaga Kerja: Pengertian, Fungsi, dan Tujuan
Daftar Isi
Manajemen tenaga kerja merupakan satu diantara aspek ilmu manajemen layaknya manajemen produksi, manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia, dan lain sebagainya. Bidang manajemen ini menekankan atau berfokus terhadap hal yang berkaitan erat dengan faktor produksi manusia tentu saja dalam segenap aktivitasnya, entah itu pada lingkup personal, organisasi bisnis, perusahaan maupun instansi agar supaya tenaga kerja terkait bisa membawa manfaat dan mampu memberikan hasil yang berguna.
Tingkat kinerja tenaga kerja begitu dipengaruhi oleh pengarahan, koordinasi, pengurusan, peningkatan kapasitas dan pengembangan yang dilangsungkan oleh pihak manajemen tenaga kerja, lantaran pihak ini memiliki kesadaran akan tugas secara langsung terhadap pengarahan tenaga kerja yang menjadi bawahannya.
A. Pengertian Manajemen Tenaga Kerja
Berikut ini beberapa pengertian manajemen tenaga kerja menurut para ahli antara lain.- Menurut Stephen P. Robbins, manajemen tenaga kerja adalah mekanisme perencanaan, pengarahan, pengendalian, dan tindakan penataan sumber daya manusia dalam rangka mencapai sasaran organisasi.
- Menurut George Bohlander dan Scott Snell, manajemen tenaga kerja adalah proses dalam mengelola sumber daya manusia yang mencakup berbagai aktivitas layaknya rekrutmen, pemilihan kandidat, training, pengembangan, evaluasi kinerja, kompensasi, dan pemutusan hubungan kerja.
- Menurut Gary Dessler, manajemen tenaga kerja adalah prosedur yang mencakup berbagai kegiatan yang berhubungan dengan personalia layaknya penerimaan tenaga kerja, seleksi, pelatihan, peningkatan kompetensi, evaluasi kinerja, tata kelola kesehatan dan keselamatan kerja, tata kelola hubungan industrial, dan administrasi gaji.
- Menurut Edwin B. Flippo, manajemen tenaga kerja adalah penyusunan rencana, pengorganisasian, pembinaan, dan kontrol sumber daya manusia dalam rangka mencapai sasaran organisasi secara berdaya guna serta tepat guna.
B. Fungsi Manajemen Tenaga Kerja
Berikut ini beberapa fungsi dari manajemen tenaga kerja antara lain.1. Fungsi Administratif
Fungsi administratif adalah sekumpulan program yang mesti dilaksanakan oleh manajemen tenaga kerja seiring dengan regulasi sistem tata kelola pemerintah terkait. Fungsi ini terdiri dari sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, pelaksanaan kegiatan pemeliharaan kesehatan tenaga kerja, registrasi organisasi tenaga kerja, pelaporan dan pemeriksaan, dan jaminan sosial pekerja.2. Fungsi Operasional
Fungsi operasional adalah sekumpulan langkah yang patut dikerjakan dengan cermat oleh pihak manajemen tenaga kerja searah dengan wewenang dan komitmennya. Pada lingkup perusahaan besar, fungsi ini relatif dipercayakan kepada pihak manajemen lantaran lebih banyak berhubungan dengan aktivitas perusahaan yang memiliki karakteristik operasional. Adapun tingkatan aktivitas yang patut dilakukan dalam fungsi operasional antara lain perencanaan, penilaian hasil yang dicapai, pemilihan, pemberdayaan dan training, pengelolaan administratif yang berkaitan dengan gaji dan upah, lingkungan kerja, monitoring kinerja, hubungan perburuham, kesejahteraan sosial, evaluasi dan penelitian.C. Tujuan Manajemen Tenaga Kerja
Berikut ini beberapa tujuan adanya manajemen tenaga kerja antara lain.1. Menaikkan Tingkat Produktivitas Tenaga Kerja
Dengan adanya manajemen tenaga kerja diharapkan bisa meningkatkan produktivitas tenaga kerja melalui tata kelola yang tepat. Hal ini mencakup rekrutmen, training, peningkatan kompetensi, dan penilaian kinerja.2. Memelihara Hubungan yang Harmonis antara Tenaga Kerja dan Perusahaan
Melalui manajemen tenaga kerja diharapkan untuk bisa memelihara jalinan yang baik antara tenaga kerja dan perusahaan dengan membuka peluang untuk berkembang, meningkatkan keahlian, dan mendapatkan manfaat yang setara.3. Membina dan Mempertahankan Staf Pegawai yang Handal dan Profesional
Dalam rangka mewujudkan tujuan ini tentunya perlu memberikan pelatihan, peningkatan kompetensi, dan insentif yang sesuai supaya staf pegawai merasa diapresiasi dan senantiasa berperan aktif dalam kurun waktu yang lama.4. Mengatur Biaya Tenaga Kerja
Dengan adanya manajemen tenaga kerja diharapkan bisa mengatur biaya tenaga kerja, tentu saja dengan melakukan penentuan jumlah staf pegawai yang diperlukan, mengkaji biaya dan nilai guna dari penerimaan tenaga-tenaga baru atau pembinaan staf pegawai, serta memaksimalkan pemanfaatan sumber daya manusia yang tersedia.5. Menaikkan Tingkat Kepusan dan Semangat Staf Pegawai
Dalam rangka mewujudkan tujuan ini bisa melalui pemberian insentif, pengembangan lingkungan kerja, pengembangan komunikasi dan kerja sama staf pegawai.Demikian penjelasan manajemen tenaga kerja: pengertian, fungsi, dan tujuan. Semoga bermanfaat untuk semua yang membaca postingan ini.
Referensi:
Referensi:
Sastrohadiwiryo, Siswanto., Syuhada, Asrie Hadaningsih. 2019. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia Pendekatan Administratif dan Operasional Edisi Revisi. Penerbit Bumi Aksara. Jakarta.
