Pengadaan Barang dan Jasa: Pengertian, Prinsip, dan Tujuan
Daftar Isi
Pengadaan barang dan jasa adalah suatu kegiatan dalam rangka mendapatkan produk berupa barang dan jasa yang mekanisme dimulai dari rencana pemenuhan kebutuhan sampai dengan rampungnya segenap kegiatan untuk memdapatkan barang dan jasa terkait.
Pengadaan barang dan jasa mengacu pada prosedur pengadaan jenis produk berupa barang dan jasa oleh organisasi maupun institusi lain. Prosedur ini mencakup langkah-langkah, termasuk pengenalan kebutuhan, seleksi dalam pemilihan penyedia jasa, kesepakatan harga, pengadaan, dan pelaksanaan transaksi keuangan.
A. Pengertian Pengadaan Barang dan Jasa
Berikut ini pengertian pengadaan barang dan jasa menurut para ahli antara lain.- Menurut Peter Baily dan David Farmer, pengadaan barang dan jasa adalah mekanisme yang mencakup perencanaan, pemenuhan, dan manajemen sumber daya organisasi dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional dan pengeloaan organisasi.
- Menurut Arjan van Weele, pengadaan barang dan jasa adalah mekanisme yang membutuhkan pertimbangan yang kompleks dan memerlukan pengetahuan yang baik mengenai produk dan marketplace, kemampuan profesional, keahlian bernegoisasi, serta manajemen risiko.
- Menurut Douglas C. Mather, pengadaan barang dan jasa adalah mekanisme pemenuhan sumber daya organisasi yang memenuhi ketentuan berupa persyaratan barang dan jasa, jumlah, taraf kualitas, waktu, biaya, dan posisi tempat yang ditentukan.
- Menurut Monczka et al. pengadaan barang dan jasa adalah proses menyeleksi, penilaian, dan manajemen vendor maupun penyedia fasilitas dalam rangka melakukan pemenuhan kebutuhan organisasi.
B. Prinsip Pengadaan Barang dan Jasa
Berikut ini beberapa prinsip pengadaan barang dan jasa antara lain.1. Tepat Guna
Pada dasarnya tepat guna berhubungan dengan efisien. Maksudnya ialah pengadaan barang dan jasa mesti diupayakan dengan memakai dana dan tenaga yang terbatas untuk memenuhi tujuan tertentu dalam sesegera mungkin dan dapat dilakukan tindakan pertanggungjawaban. Dengan kata lain, efisien dalam hal ini adalah tindakan dalam menggunakan sumber daya yang optimal dengan tujuan memperoleh barang dan jasa dalam kuantitas, kualitas, waktu yang sesuai rencana.2. Transparansi
Dengan adanya transparansi tentunya memberikan keterangan pasti mengenai langkah-langkah dalam mekanisme pengadaan. Pengadaan ini mesti terbuka bagi khalayak umum dan bisa ditemukan dengan mudah oleh siapa saja. Hal ini mencakup pengumuman tender, syarat pemilihan, dokumen pengadaan, dan hasil penilaian.3. Berdaya Guna
Pada umumnya berdaya guna berhubungan erat dengan efektif. Implikasinya ialah dengan adanya sumber daya didapatkan produk berupa barang dan jasa yang memiliki nilai guna setinggi mungkin. Dengan implementasi prinsip berdaya guna tentu saja pengadaan barang dan jasa mesti searah dengan kebutuhan tertentu dan mampu memberikan nilai tambah yang maksimal searah dengan target tertentu.4. Persaingan Terbuka
Persaingan terbuka mesti menekankan pada masing-masing individu maupun organisasi yang melakukan pemenuhan persyaratan bisa berperan serta dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa. Prinsip ini membantu terwujudnya lingkungan kompetisi yang bersih dan meminimalisir risiko munculnya penyalahgunaan wewenang layaknya korupsi.5. Keadilan
Keadilan ini bermakna memberikan perlakuan yang sama terhadap segenap kandidat yang tertarik agar supaya tercipta eksistensi persaingan yang bersih dan tidak terfokus untuk memberikan manfaat kepada pihak tertentu dengan alasan apapun. Dengan demikian, tidak boleh ada pihak yang diberikan perlakuan istimewa, dan pertimbangan patut didasarkan pada kriteria yang tidak memihak.6. Akuntabilitas
Terdapat penegasan dalam prinsip akuntabilitas yakni masing-masing tindakan dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa mesti bisa dipertanggungjawabkan. Hal ini mencakup manajemen dana yang terbuka dan transparan, pemantauan dan pemeriksaan keuangan yang ketat.C. Tujuan Pengadaan Barang dan Jasa
Tujuan adanya pengadaan barang dan jasa antara lain.1. Melakukan Pemenuhan Kebutuhan Organisasi
Sasaran penting dalam pengadaan barang dan jasa ialah melakukan pemenuhan kebutuhan operasional dan perencanaan strategis. Mekanisme pengadaan barang dan jasa bertujuan untuk menginformasikan dengan pasti bahwa organisasi memiliki sumber daya yang dibutuhkan dalam menjalankan kegiatan usahanya.2. Menaikkan Tingkat Kinerja Bisnis
Pengadaan barang dan jasa mampu mendukung perkembangan bisnis dengan memberikan kejelasan bahwa organisasi memiliki sumber daya yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi kebutuhan konsumen dan mencapai sasaran bisnis organisasi terkait.3. Efisiensi Biaya
Tujuan lain pada lingkup pengadaan barang dan jasa ialah untuk menekan biaya dan menaikkan tingkat efisiensi. Carilah penyedia jasa yang menawarkan harga yang relatif murah, mendapatkan potongan harga untuk pembelian dalam jumlah banyak, dan mendapatkan sumber daya yang terbaik dengan harga yang sepadan.4. Mitigasi Risiko
Pengadaan barang dan jasa dapat pula menyokong penurunan risiko organisasi dengan menyeleksi penyedia jasa yang bisa diandalkan sepenuhnya, aman, dan mempunyai pencapaian yang optimal. Dengan melangsungkan penilaian yang teliti, organisasi mampu mengurangi risiko terhadap kualitas, keandalan, dan efisiensi waktu.5. Peningkatan Kualitas
Satu diantara tujuan utama dari pengadaan barang dan jasa ialah untuk memberikan kejelasan bahwa organisasi mampu mendapatkan sumber daya yang terbaik dan unggul. Pada konteks ini, mekanisme pengadaan barang dan jasa bertujuan untuk menyeleksi penyedia jasa yang bisa menyediakan produk yang berkualitas baik serta memenuhi kriteria yang sudah ditentukan.Demikian penjelasan pengadaan barang dan jasa: pengertian, prinsip, dan tujuan. Semoga bermanfaat untuk semua yang membaca postingan ini.
Referensi:
Arsana, I Putu Jati. 2016. Manajemen Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Deepublish. Sleman.
