Manajemen Keperawatan: Pengertian, Tujuan, dan Ruang Lingkup

Daftar Isi
Manajemen keperawatan adalah suatu langkah penyelesaian tugas berupa pekerjaan melalui personel perawat di bawah tanggung jawabnya, supaya bisa memberikan asuhan medis yang profesional kepada klien maupun keluarganya.
 
 
Dalam pelaksanaannya, manajemen keperawatan membutuhkan pengelolaan personel perawat, penataan jadwal kerja, dan penentuan alokasi sumber daya yang sesuai dalam rangka memenuhi kebutuhan pasien. Pengelola keperawatan memiliki kewajiban untuk menegaskan dengan pasti bahwa personel tim medis memiliki kemampuan dan pengetahuan yang dibutuhkan serta ditempatkan dengan benar sesuai tentunya berdasarkan keahlian tim medis terkait. Bukan hanya itu, pengelola keperawatan juga mesti menegaskan dengan pasti mengenai adanya komunikasi yang tepat sasaran antara personel tim medis, pasien, dan keluarga pasien.

A. Pengertian Manajemen Keperawatan

Berikut ini beberapa pengertian manajemen keperawatan menurut para ahli antara lain.
  • Menurut Gillies, manajemen keperawatan adalah proses aktualisasi pelayanan asuhan medis melalui upaya staf perawat dalam memberikan tindakan perawatan kepada pengguna layanan dan keluarganya.
  • Menurut Marquis dan Huston, manajemen keperawatan adalah langkah-langkah penyusun rencana, pengarahan, pengorganisasi, kontrol sumber daya manusia dan materi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan keperawatan yang optimal.
  • Menurut Mullins, manajemen keperawatan adalah mekanisme perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan pemantauan aktivitas-aktivitas keperawatan dalam upaya untuk mencapai sasaran tertentu.
  • Menurut Huber, manajemen keperawatan adalah suatu yang terkait dengan proses merencanakan, mengatur, mengarahkan, mengendalikan, dan menilai pelayanan keperawatan untuk memberikan perawatan yang terjamin, optimal, dan berkualitas.
  • Menurut Yoder-Wise, manajemen keperawatan adalah manajemen yang tidak lepas dengan perencanaan, pengarahan, dan pemantauan pelayanan keperawatan yang meliputi tata kelola sumber daya manusia, finansial, dan fasilitas dalam rangka mencapai tujuan pelayanan yang efektif serta efisien.
 

B. Tujuan Manajemen Keperawatan

Tujuan manajemen keperawatan ialah untuk memberikan pelayanan yang bermutu kepada pasien atau klien melalui manajemen yang optimal terhadap sumber daya manusia, finansial, dan peralatan di lingkup penanganan kesehatan. Dalam manajemen keperawatan diperlukan perencanaan, pengelolaan, pengarahan, pengendalian, dan penilaian pelayanan perawatan medis. Berikut ini beberapa tujuan dari manajemen keperawatan antara lain. 

1. Pelayanan Pasien yang Memenuhi Standar Kualitas

Tujuan penting dari manajemen keperawatan ialah memberikan pelayanan yang berkualitas dan bermutu kepada pasien. Dalam hal ini diperlukan pemenuhan kebutuhan fisik, sosial, emosional dan rohani pasien. Pengelola keperawatan melakukan kerja sama dengan tim medis dalam rangka mendorong perkembangan dan mengimplementasikan rencana perawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Pengelola keperawatan dan tim medis juga menjamin bahwa protokol dalam pelayanan kesehatan yang sudah ditetapkan dapat diikuti dengan baik serta hasil yang diinginkan dapat dicapai.
 

2. Pengelolaan Sumber Daya

Dalam lingkup manajemen keperawatan memerlukan pengelolaan sumber daya manusia, finansial, dan peralatan yang terdapat di bagian pelayanan kesehatan. Adapun tujuan dari manajemen ini sendiri ialah memberikan kejelasan terhadap penggunaan yang optimal dari sumber daya yang ada. Pengelola keperawatan memiliki tanggung jawab untuk menyusun rencana mengenai kebutuhan pekerja, menyusun jadwal, memantau anggaran, memanajemen inventaris, dan memberikan kejelasan tentang penggunaan yang efektif dari alat-alat kesehatan maupun teknologi.

3. Pengembangan Kompetensi

Manajemen keperawatan juga memiliki tujuan untuk mengembangkan dan meningkat kompetensi serta keahlian tenaga medis. Dalam hal ini dibutuhkan tindakan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan, menyediakan peluang pengembangan, dan mendukung keterlibatan dalam kegiatan pengembangan kompetensi. Pengelola keperawatan juga terlibat dalam memberikan masukan yang membangun, menerima prestasi perawat, dan memacu pembaruan pengetahuan serta kemampuan yang penting.

4. Kepuasan Pasien dan Keamanan

Adapun tujuan penting lainnya pada lingkup manajemen keperawatan ialah menjamin kepuasan dan keamanan pasien. Pengelola keperawatan melakukan upaya untuk menaikkan tingkat pengalaman pasien dengan menjamin keberhasilan komunikasi yang tepat sasaran, koordinasi yang baik antara tim medis dan tanggapan yang cepat terhadap kebutuhan pasien. Selain itu, pengelola keperawatan berkewajiban untuk melaksanakan implementasi praktik keperawatan yang aman, memonitor risiko infeksi dan kesalahan perawatan, serta mengimplementasikan prosedur keamanan yang sesuai.

5. Kerja Sama Antar Profesi

Manajemen keperawatan menekankan kerja sama yang tepat sasaran antara berbagai personel tim medis. Tujuan tersebut meliputi koordinasi yang baik antara dokter, perawat, praktisi farmasi, terapis, dan tenaga medis lainnya. Kerja sama yang baik mengoptimalkan alur kerja yang berlangsung dengan baik, komunikasi yang tepat sasaran, dan implementasi rencana perawatan yang terpadu.

C. Ruang Lingkup Manajemen Keperawatan

Ruang lingkup manajemen keperawatan meliputi faktor-faktor yang berkaitan erat dengan pengelolaan perawatan medis. Dalam hal ini, manajemen keperawatan memerlukan perencanaan startegis. Perihal tersebut meliputi penetapan tujuan yang bersifat jangka panjang, perumusan strategi, dan pengenalan kebutuhan sumber daya dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Pengelola keperawatan mesti mendapatkan pemahaman mengenai dinamika dan perkembangan dalam bidang penanganan kesehatan serta bisa melakukan antisipasi terkait kebutuhan masa depan.

Berikutnya, manajemen keperawatan juga memerlukan manajemen sumber daya manusia. Hal tersebut melibatkan rekrutmen, pemilihan, dan penempatan perawat yang profesional di berbagai posisi dan tugas. Pengelola keperawatan memiliki tanggung jawab untuk memberikan penegasan secara pasti bahwa personel tim medis memiliki kemampuan yang dibutuhkan, mengembangkan kegiatan pelatihan dan pembinaan, serta mendukung dan memberikan pengakuan kepada pegawai. Di sisi lain, pengelola keperawatan mesti memanajemen kinerja individu, mengevaluasi, dan menyusun strategi pengembangan karir. 

Selanjutnya, pada lingkup manajemen keperawatan memerlukan pengelolaan sumber daya yang bersifat fisik. Pengelola Keperawatan patut memastikan ketersediaan alat-alat medis, produk farmasi, dan berbagai bahan lain yang dibutuhkan untuk memberikan perawatan yang terjamin. Patut ditekankan juga bahwa pengelola keperawatan mesti mengatur inventaris, memelihara alat-alat medis, mematuhi kebijakan dan protokol keselamatan.

Faktor keuangan juga termasuk bagian penting dari manajemen keperawatan. Pengelola keperawatan mesti memiliki pengetahuan yang baik mengenai dan dana yang dikeluarkan untuk perawatan kesehatan. Pengelola keperawatan terkait mesti mengelola pengeluaran, meminjau dan mengontrol biaya, serta memberikan kejelasan bahwa sumber daya keuangan dipakai secara tepat guna. Di samping itu, pengelola keperawatan juga mengambil bagian dalam perencanaan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang, tidak terkecuali perencanaan anggaran dan tindakan dalam mendapatkan dana untuk proyek atau program baru. 

Tidak hanya itu, dalam ranah manajemen keperawatan terdapat faktor yang dibutuhkan yakni faktor hukum dan kepatuhan. Pengelola keperawatan mesti mencermati dan mengimplementasikan regulasi dan kebijakan yang resmi diberlakukan dalam pelaksanaan keperawatan. Pengelola keperawatan juga memberikan kejelasan terkait tim medis yang harus mematuhi standar etika maupun praktik profesional dan memastikan ketaatan terhadap kaidah kesehatan serta keselamatan.

Terakhir, manajemen keperawatan memerlukan tindakan peninjauan dan peningkatan mutu perawatan. Pengelola keperawatan mesti mendorong perkembangan dan menjalankan program peninjauan kualitas, mengenali kawasan perbaikan, dan membimbing upaya perbaikan yang berkesinambungan. Lebih dari itu, pengelola keperawatan mesti bekerja sama dengan tim medis dan pengelola lain dalam rangka meningkatkan hasil perawatan, memperkecil risiko, dan menjamin keselamatan pasien.

Setelah dijelaskan faktor-faktor yang terkait dengan ruang lingkup manajemen keperawatan, maka disimpulkan bahwa pengelola keperawatan memiliki peran penting dalam mengoordinasikan berbagai faktor terkait untuk memastikan pelaksanaan penanganan kesehatan yang tepat guna, aman, dan memenuhi standar kualitas.

Demikian penjelasan manajemen keperawatan: pengertian, tujuan, dan ruang lingkup. Semoga bermanfaat untuk semua yang membaca postingan ini.

Referensi:
 
Suni, Arsyad. 2018. Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan. Penerbit Bumi Medika. Jakarta.