Saluran Distribusi: Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenis

Daftar Isi
Saluran distribusi merupakan perlintasan atau metode yang dipakai untuk menyalurkan barang maupun jasa dari produsen ke konsumen akhir. Saluran distribusi memiliki kontribusi penting dalam menciptakan koneksi, memberi kemudahan aliran barang dan informasi, dan memenuhi kebutuhan konsumen.
 
 
Menyadari pentingnya saluran distribusi dalam aktivitas penyaluran, badan usaha mesti mencermati saluran distribusi yang hendak dipakai oleh badan usaha tersebut. Adapun, badan usaha mesti bisa menyeleksi saluran distribusinya secara tepat supaya aktivitas penyalurannya lancar dan sasaran perusahaan bisa tercapai.

A. Pengertian Saluran Distribusi

Berikut ini beberapa pengertian saluran distribusi menurut para ahli antara lain.
  • Menurut David A. Revzan, saluran distribusi adalah suatu perlintasan yang dilewati oleh arus barang-barang dari produsen ke agen dan pada akhirnya sampai ke konsumen.
  • Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong, saluran distribusi adalah sekumpulan lembaga independen yang ikut berpartisipasi dalam mekanisme membuat barang maupun jasa tersedia untuk pelanggan akhir. Di sisi lain, saluran distribusi sendiri mencakup produsen, perantara layaknya grosir dan pengecer, dan agen penjualan yang berkewajiban dalam menyalurkan barang maupun jasa kepada pelanggan.
  • Menurut Alex S. Nitisemito, saluran distribusi adalah berbagai organisasi pemasok yang memiliki urusan untuk mendistribusikan berbagai produk dari produsen ke konsumen.
  • Menurut William J. Stanton, saluran distribusi adalah struktur yang mencakup badan usaha layaknya perusahaan atau personal yang ikut serta dalam aktivitas menyalurkan kepemilikan barang maupun jasa produsen ke konsumen. Saluran distribusi mencakup perusahaan-perusahaan yang ikut ambil bagian dalam transportasi, penyimpanan, promosi, dan penjualan barang maupun jasa.
  • Menurut The American Marketing Association, saluran distribusi adalah suatu unit organisasi pada lingkup perusahaan yang meliputi perantara, dealer, pedagang besar, dan pedagang eceran melalui sebuah komoditas, barang, jasa yang diperjualbelikan.
 

B. Fungsi Saluran Distribusi

Saluran distribusi memiliki sejumlah fungsi penting dalam distribusi barang dan jasa. Berikut ini adalah fungsi dari saluran distribusi antara lain.

1. Fungsi Pemindahan dan Transportasi

Saluran distribusi memiliki fungsi untuk mentransfer barang dan jasa dari pihak produksi ke pelanggan akhir. Dalam fungsi ini memerlukan aktivitas transportasi yang bersifat fisik, layaknya pengantaran, pengangkutan, dan pengiriman barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Proses transfer produk yang tepat guna dan tepat waktu begitu penting untuk memberikan penegasan secara pasti mengenai ketersediaan produk di lokasi yang tepat ketika dibutuhkan oleh pelanggan.
 

2. Fungsi Penyimpanan

Dalam saluran distribusi tentunya memerlukan peranan penyimpanan atau tempat penyimpanan barang. Produk kerap kali disimpan dalam kurun waktu tertentu sebelum bisa disalurkan kepada pelanggan. Dalam fungsi ini terdapat kegiatan layaknya penyimpanan fisik, pencatatan barang, pengawasan stok, dan manajemen pergudangan yang tepat guna. Dengan adanya hal ini diharapkan produk tetap ada dan siap untuk diperjualbelikan kapan saja ketika diperlukan. 

3. Fungsi Pemrosesan Pesanan

Saluran distribusi memainkan peran kunci dalam pemrosesan pesanan konsumen. Dalam hal ini memerlukan manajemen pesanan, pemenuhan, dan pengemasan barang sesuai dengan permintaan konsumen. Dalam fungsi pemrosesan pesan tidak lepas dengan sejumlah kegiatan layaknya melakukan pengecekan pesanan, pemilihan barang, pengemasan, dan pengiriman pesanan kepada konsumen. Pemrosesan pesanan yang tepat guna dan benar merupakan hal utama dalam memberikan pengalaman baik kepada konsumen.

4. Fungsi Promosi

Saluran distribusi juga memiliki fungsi dalam program promosi produk. Pihak yang memproduksi produk dan perantara saluran distribusi bekerja sama dalam melakukan promosi produk kepada pelanggan. Dalam hal ini dibutuhkan sejumlah program layaknya periklanan, promosi penjualan, dan publisitas untuk menaikkan tingkat kesadaran, interes, dan pembelian produk. Saluran distribusi memberikan sarana yang tepat guna dalam rangka menyampaikan pesan promosi kepada pelanggan potensial.

5. Fungsi Pembiayaan

Saluran distribusi memiliki peran sentral dalam menyediakan sumber daya keuangan yang dibutuhkan untuk memacu kelancaran produksi. Dalam hal ini diperlukan aspek pembiayaan layaknya pengaturan pinjaman, pembayaran dan tawar-menawar harga antara produsen, perantara, dan pelanggan. Saluran distribusi juga memerlukan institusi keuangan untuk menunjang dalam pengaturan pembiayaan dan pembayaran transaksi.

6. Fungsi Risiko

Saluran distribusi menunjang dalam memanajemen risiko yang berhubungan dengan distribusi barang. Risiko ini sendiri mencakup risiko kerusakan barang, risiko kehilangan barang selama proses transportasi, risiko perubahan permintaan pasar, dan lain-lainnya. Saluran distribusi berfungsi dalam mengenali, memperkecil, dan memanajemen risiki ini melalui asuransi, mengelola rantai suplai, dan pendekatan mitigasi risiko lainnya.
 

7. Fungsi Pelayanan Konsumen

Saluran distribusi berfungsi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen. Dalam hal ini memerlukan tindakan terkait dengan penyediaan informasi barang, memberikan dukungan teknis, menanggulangi pengaduan konsumen, dan menyediakan pelayanan pasca penjualan. Fungsi ini memberikan kontribusi dalam membangun hubungan dengan konsumen yang bersifat jangka panjang, menaikkan tingkat kepuasan konsumen, dan membangun branding yang baik.

C. Jenis-Jenis Saluran Distribusi

Saluran distribusi mengacu pada jalur yang dipakai untuk mentransfer barang dari produsen ke pelanggan. Berikut ini adalah jenis-jenis saluran distribusi yang lazim dipakai antara lain.

1. Saluran Distribusi Langsung

Saluran distribusi langsung muncul saat produsen memperdagangkan barang secara langsung kepada konsumen akhir dengan tidak melibatkan perantara. Hal ini bisa dilihat dalam bisnis ritel layaknya toko eceran dan outlet merek tertentu. Perlu diketahui dalam saluran yakni produsen memiliki kontrol penuh terhadap pemasaran dan penjualan produknya, serta mendorong peluang terjadinya komunikasi secara langsung dengan pelanggan.

2. Saluran Distribusi Tunggal

Dalam lingkup saluran distribusi tunggal membutuhkan satu perantara tunggal yang melaksanakan tugas sebagai penghubung antara produsen dan pelanggan. Perantara tersebut terdiri dari agen, pemasok, atau pedagang besar. Jenis saluran ini kerap kali dimanfaatkan dalam industri dengan barang-barang yang memerlukan penyaluran atau distribusi yang terkonsentrasi dan eksklusif, layaknya mobil mewah dan barang elektronik.

3. Saluran Distribusi Ganda

Saluran distribusi ganda tidak lepas dengan penggunaan dua ataupun lebih saluran distribusi yang berlainan untuk mengakses pelanggan. Hal tersebut dapat terjadi saat produsen hendak mencapai berbagai pangsa pasar atau memadukan saluran fisik dan saluran online. Contohnya saja, sebuah perusahaan sepatu dapat memperjualbelikan produknya melalui gerai ritel dan juga melalui medie e-commerce mereka sendiri.

4. Saluran Distribusi Multi-Level

Dalam saluran distribusi multi-level terdapat sejumlah level perentara di antara produsen dan konsumen. Contohnya saja, produsen barangkali memperjualbelikan produk kepada agen distribusi regional lalu menjualnya kepada agen penjualan selanjutnya menjualnya kepada gerai-gerai ritel. Jenis saluran distribusi ini mampu memberikan ruang lingkup geografis yang lebih luas dan tepat guna dalam penyaluran produk.

5. Saluran Distribusi Online

Terkait dengan saluran distribusi online terdapat penjualan produk melalui media e-commerce atau situs web perusahaan. Dengan adanya hal ini konsumen dapat melakukan pembelian produk secara online dan menerima pengiriman secara langsung ke alamat rumah mereka. Jenis saluran distribusi ini sudah semakin terkenal dalam beberapa tahun terakhir lantaran keterjangkauan dan kenyamanannya.

6. Saluran Distribusi Tradisional

Dalam saluran distribusi tradisional memerlukan aspek penjualan produk melalui penyalur barang yang bersifat fisik layaknya toko, supermarket, maupun pasar tradisional. Jenis saluran ini masih banyak dipakai di industri-industri sekaligus termasuk saluran penting untuk berbagai produk sehari-sehari. 
 
Demikian penjelasan saluran distribusi: pengertian, fungsi, dan jenis-jenis. Semoga bermanfaat untuk semua yang membaca postingan ini.

Referensi:
 
Westriningsih. 2008. Mengenal Kegiatan Distribusi. Penerbit Cempaka. Klaten.