Perencanaan Strategis: Pengertian, Manfaat, dan Ruang Lingkup

Daftar Isi
Perencanaan strategis adalah program dari pengelola organisasi yang dipakai untuk menetapkan prioritas, menitikberatkan pada energi dan sumber daya, serta meningkatkan kemampuan kinerja operasional. Perencanaan strategis juga memberikan kejelasan terkait kepastian bahwa staf pegawai dan stakeholder lainnya bekerja menuju sasaran bersama dan melakukan penetapan kesepahaman mengenai hasil yang dikehendaki, serta menyesuaikan haluan organisasi ketika muncul perubahan.


Untuk mencapai keberhasilan dalam waktu yang lama, perencanaan strategis berperan penting dalam menunjang organisasi terkait mengidentifikasi peluang, menaklukkan rintangan, dan memanfaatkan sepenuhnya potensi dari organisasi. Melalui perencanaan strategis yang baik, organisasi bisa menekan kadar ketidakpastian, menaikkan tingkat efisiensi dan tingkat pencapaian operasional, serta mengarahkan terkait proses organisasi untuk menuju kesuksesan jangka panjang.

A. Pengertian Perencanaan Strategis

Berikut ini sejumlah pengertian perencanaan strategis menurut para ahli antara lain.
  • Menurut Michael Porter, perencanaan strategis adalah mekanisme seleksi dalam memilih sumber daya dan pengarahan program organisasi dalam rangka mencapai dominasi di lingkup lingkungan yang kompetitif.
  • Menurut Alfred Chandler, perencanaan strategis adalah langkah-langkah yang melibatkan tindakan mendorong perkembangan sasaran organisasi jangka panjang, pengambilan keputusan yang tepat dalam rangka mencapai sasaran tersebut.
  • Menurut Mintsberg, perencanaan strategis adalah suatu mekanisme yang memerlukan penentuan tujuan jangka panjang dan tujuan organisasi, serta pengambilan keputusan yang dibutuhkan untuk mencapainya.
  • Menurut Peter Drucker, perencanaan strategis adalah tahap pengaturan maupun penentuan prioritas terhadap sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang bersifat jangka panjang. 
  • Menurut Gary Hamel dan C.K. Prahalad, perencanaan strategis adalah suatu hal yang melibatkan pengenalan dan pengembangan kemampuan inti organisasi yang memiliki karakteristik tersendiri dan susah untuk ditiru oleh kompetitor.
 

B. Manfaat Perencanaan Strategis

Berikut ini sejumlah manfaat penting dari perencanaan strategis antara lain.

1. Pemahaman Tujuan dan Haluan

Perencanaan strategis menunjang organisasi untuk menginterpretasikan visi, misi, dan nilai-nilai pokok dari organisasi terkait. Dengan adanya hal tersebut diharapkan pemangku kepentingan dapat memahami tujuan perusahaan yang bersifat jangka panjang dan haluan yang hendak dicapai.

2. Penetapan Skala Prioritas

Pada lingkup perencanaan strategis, organisasi mengevaluasi lingkungan bisnis, menemukan kesempatan maupun menemukan tantangan yang ada. Hal ini akan menunjang dalam menentukan prioritas dan menetapkan alokasi sumber daya secara tepat sasaran untuk mencapai sasaran strategis.
 

3. Membuat Keputusan yang Lebih Baik

Dengan hadirnya perencanaan strategis, organisasi memiliki kerangka kerja yang eksplisit dalam pengambilan keputusan yang bersifat pemberitahuan dan berdasarkan pada kenyataan. Dengan adanya hal tersebut tentunya dapat menghindari keputusan yang atau menurut pemikiran tak berdasar.

4. Naikknya Tingkat Daya Saing

Perencanaan strategis menunjang organisasi untuk mengenali keunggulan kompetitif dan membangun strategi untuk memanfaatkannya. Dengan mendapatkan pemahaman mengenai pasar dan kompetitor, organisasi mampu mengambil keputusan yang efektif untuk memperkuat posisi organisasi terkait di pasar.

5. Koordinasi dan Manajemen Sumber Daya

Perencanaan strategis menunjang dalam mengoordinasikan langkah-langkah di seluruh organisasi dan memanajemen sumber daya dengan lebih tepat guna. Dengan adanya hal tersebut diharapkan semua fungsi dan unit melakukan pekerjaan menuju tujuan kolektif dan tidak ada tumpang tindih atau inefisiensi sumber daya.

6. Pengukuran Kinerja dan Penilaian

Dalam perencanaan strategis, tujuan yang terukur ditentukan. Dengan adanya hal ini tentunya organisasi dapat mengukur kinerjanya terhadap tujuan terkait dan menilai atau mengevaluasi yang berkesinambungan. Hal ini membantu dalam mendapatkan informasi mengenai apakah pendekatan yang diterapkan sukses atau mesti dilakukan penyesuaian.

7. Antisipasi Perubahan dan Ketidakpastian

Dalam perencanaan strategis, organisasi menganalisis lingkungan yang meliputi dinamika dari luar, perubahan peraturan dan berbagai aspek yang bisa memberikan pengaruh pada operasional bisnis. Dengan adanya hal tersebut diharapkan dapat membantu organisasi dalam rangka mempersiapkan diri dan menanggapi perubahan dengan lebih baik.

C. Ruang Lingkup Perencanaan Strategis

Berikut ini aspek-aspek yang terkait dengan ruang lingkup perencanaan strategis antara lain.

1. Penentuan Visi dan Misi

Perencanaan strategis diawali dengan menentukan visi organisasi yang termasuk pandangan masa depan yang dikehendaki. Visi tersebut menggambarkan tujuan prioritas yang hendak dicapai. Lalu berikutnya, misi organisasi yang telah ditentukan dibuat untuk mendeskripsikan alasan keberadaan organisasi, nilai-nilai pokok, dan tujuan yang hendak didapatkan dalam jangka pendek.

2. Pengamatan Lingkungan

Proses pengamatan lingkungan membutuhkan pemahaman yang komprehensif mengenai berbagai faktor dari luar dan dari dalam yang bisa memberikan pengaruh pada kinerja organisasi. Pengamatan dari luar mencakup faktor-faktor layaknya dinamika industri, perubahan pasar, regulasi pemerintah, dan dinamika sosial. Pengamatan dari dalam terkait dengan evaluasi terhadap analisis SWOT yakni kekuatan (strength), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam organisasi, termasuk sumber daya, kemampuan, budaya, dan sistem yang ada.

3. Penetapan Tujuan dan Sasaran

Menurut visi dan misi organisasi, terdapat tujuan yang sudah ditetapkan dan memiliki karakteristik jangka panjang. Tujuan terkait mesti rasional dan sesuai dengan situasi lingkungan. Sementara itu, sasaran yang lebih detail juga ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Sasaran tersebut mesti spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan tujuan yang terikat waktu (SMART).

4. Pengenalan Strategi

Sesudah melakukan penentapan tujuan, organisasi mesti mengenali strategi dalam rangka mencapai tujuan terkait. Berbagai strategi ini membutuhkan pengalokasian sumber daya organisasi secara tepat sasaran, pengembangan keunggulan kompetitif, pemilihan segmen pasar yang dituju, sasaran pemasaran, pengembangan produksi, terobosan, dan tindakan usaha lainnya yang sesuai untuk mencapai tujuan jangka panjang.

5. Pengembangan Rencana Aksi

Rencana aksi adalah rincian mengenai berbagai langkah yang mesti dilangsungkan dalam rangka mewujudkan pendekatan-pendekatan yang sudah ditentukan. Rencana aksi meliputi pemberian tugas berupa tanggung jawab, alokasi sumber daya, daftar waktu kegiatan terkait pelaksanaan, dan standar kinerja untuk mengukur kemajuan.

6. Penerapan dan Pengawasan

Langkah-langkah penerapan membutuhkan penyelenggaraan rencana aksi yang sudah dikembangkan. Dalam waktu yang sama, pemantauan dan pengawasan dilangsungkan untuk menjamin bahwa rencana aksi dijalankan sesuai dengan yang direncanakan. Pengawasan juga memerlukan penilaian kinerja dan transformasi lingkungan yang barangkali memberikan pengaruh pada rencana strategis.

7. Penilaian dan Kontrol

Penilaian dilakukan untuk menilai keberhasilan pencapaian tujuan dan kinerja organisasi. Bila ada ketidakselarasan antara hasil yang diinginkan dan dicapai, aksi perbaikan atau penyelarasan bisa diambil. Kontrol juga memerlukan perubahan strategis jika dibutuhkan untuk menghadapi perubahan lingkungan yang berarti.

Demikian penjelasan perencanaan strategis: pengertian, manfaat, dan ruang lingkup. Semoga bermanfaat untuk semua yang membaca postingan ini.
 
Referensi:
 
Melati. 2021. Manajemen Pemasaran. Deepublish. Sleman.