Kelompok Sosial: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenis-Jenis

Daftar Isi
Kelompok sosial adalah kumpulan individu yang mempunyai interaksi sosial dan saling melakukan interaksi satu sama lain. Dalam konteks ini, kumpulan individu tersebut berbagi, tujuan, norma-norma, nilai-nilai, serta karakteristik yang sama. Hubungan pada lingkup kelompok sosial bisa berproses tanpa perantara atau tatap muka maupun tidak langsung layaknya melalui media sosial.
 
 
Perlu diketahui bahwa suatu kelompok sosial mengalami pembentukan sesudah di antara individu yang satu dengan yang lainnya bertemu. Pertemuan antara individu ini baru bisa diklasifikasikan sebagai kelompok sosial jika mereka saling menyetujui untuk melangsungkan interaksi sosial yang ditandai dengan terdapatnya komunikasi, kolaborasi, akomodasi, integrasi, maupun akulturasi dalam rangka mencapa tujuan yang kolektif. Lebih dari itu, mungkin sekali di antara individu terkait muncul rivalitas, pergesekan dan perselisihan.

A. Pengertian Kelompok Sosial

Berikut ini beberapa pengertian kelompok sosial menurut para ahli.
  • Menurut Emile Durkheim, kelompok sosial adalah suatu kepaduan yang mencakup satu individu lebih yang saling melakukan interaksi secara secara langsung dan terkoordinasi dalam lingkungan sosial tertentu.
  • Menurut Max Weber, kelompok sosial adalah dua atau lebih personal yang melakukan sebuah tindakan dalam hubungan sosial tertentu. Ia menekankan bahwa pentingnya tujuan dan daya berpikir dalam interaksi sosial maupun pembentukan kelompok.
  • Menurut Muzafer Sherif, kelompok sosial adalah dua atau lebih individu yang sama-sama melakukan interaksi dan sama-sama memberikan pengaruh dalam mencapai tujuan bersama.
  • Menurut Bronislaw Malinowski, kelompok sosial adalah wadah untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan manusia, layaknya keamanan, hubungan sosial, dan pemenuhan kebutuhan fisik.
 

B. Ciri-Ciri Kelompok Sosial

Berikut ini beberapa ciri-ciri dari kelompok sosial antara lain.

1. Interaksi Sosial

Satu diantara ciri utama dari kelompok sosial ialah terdapatnya interaksi sosial antara anggota kelompok. Interaksi terkait tersebut bisa dalam bentuk komunikasi verbal maupun non-verbal, saling berbagi informasi, pendapat, ide, dan perasaan. Interaksi sosial memberikan kemudahan dalam mengembangkan jalinan dan keterkaitan antar personal dalam kelompok.

2. Kesamaan Tujuan dan Nilai

Para anggota dari kelompok sosial lazimya mempunyai tujuan atau relevansi yang sama atau saling mendukung. Mereka barangkali memiliki tujuan umum layaknya mencapai sasaran bisnis, mencapai prestasi belajar, maupun membantu dalam mencapai tujuan-tujuan sosial tertentu. Adapun, kelompok sosial kerap kali mempunyai nilai-nilai bersama yang menciptakan fondasi etika dan adab kelompok.

3. Kerangka Organisasi

Kelompok sosial mempunyai kerangka organisasi yang mengoordinasikan hubungan dan fungsi antara anggota kelompok. Struktur tersebut bisa dalam bentuk tingkatan yang terdapat kepala koordinator atau kepemimpinan tertentu, atau barangkali memiliki karakteristik yang lebih sama rata dengan keikutsertaan secara aktif dari masing-masing anggota kelompok.

4. Norma dan Peran Sosial

Kelompok sosial dapat membantu memperkuat norma dan peran sosial. Norma merupakan berbagai aturan tak tertulis yang mengatur tingkah laku anggota dalam kelompok. Norma tersebut berupa tata krama, sikap profesional, dan lain sebagainya. Peran sosial ialah kebiasaan dan tanggung jawab yang diharapkan dari para anggota menurut status, kedudukan, maupun peran mereka dalam kelompok.
 

5. Identitas Kelompok

Kesadaran diri merupakan sikap yang harus dimiliki oleh para anggota kelompok sosial. Hal itu termasuk bagian dari kelompok tersebut dan harapannya dapat memperkuat identitas kelompok. Identitas ini bisa berupa simbol, kebiasaan, dan nilai kolektif yang membedakan mereka dari kelompok lain dan membangun identitas serta memberikan kebanggaan.
 

6. Pembagian Tugas dan Berkolaborasi

Kelompok sosial kerap kali menjalankan kegiatan dengan melakukan pembagian tugas dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Dengan adanya pembagian tugas diharapkan mendatangkan potensi terkait pemanfaatan keahlian dan keunggulan anggota kelompok secara tepat guna. Adapun kolaborasi diharapkan dapat memperkuat sinergi dan hubungan strategis dalam mencapai tujuan bersama.

7. Adanya Sanksi Sosial

Sanksi sosial merupakan konsekuensi yang muncul dari tingkah laku anggota kelompok yang tidak searah atau tidak sesuai dengan etika dan nilai kelompok. Sanksi tersebut bisa berupa tindakan yang positif maupun tindakan negatif. Tindakan yang positif mencakup penguatan perilaku, sementara itu tindakan yang negatif mencakup hukuman atau penilaian buruk terhadap tingkah laku yang tidak diinginkan. Sanksi sosial mendukung integritas norma dan nilai kelompok.

C. Jenis-Jenis Kelompok Sosial

Berikut ini beberapa jenis dari kelompok sosial antara lain.

1. Keluarga

Keluarga merupakan kelompok sosial yang esensial dan lazim dalam masyarakat. Jenis kelompok sosial ini merupakan kelompok sosial di mana seseorang memiliki hubungan darah, pernikahan, atau adopsi. Keluarga memiliki kontribusi terkait emosional, sosial, dan ekonomi, serta berperan sebagai tempat mengasuh anak.

2. Kelompok Teman Sebaya

Kelompok teman sebaya merupakan kelompok sosial yang meliputi orang dengan usia, riwayat, dan minat yang sama. Jenis kelompok sosial ini dapat mempermudah seseorang merasa diterima, memahami kepribadian diri dan memperkuat jalinan yang erat dengan individu lain tentunya sebaya.

3. Organisasi Sosial

Organisasi sosial merupakan kelompok yang dibentuk menurut tujuan tertentu layaknya organisasi non profit, komunitas sosial, ataupun yayasan amal. Adapun tujuan dari organisasi ini dapat bermacam-macam, entah itu penyediaan bantuan sampai dengan perlindungan hak asasi manusia.

4. Kelompok Kerja

Kelompok kerja mencakup berbagai individu yang melakukan kerja sama di lingkungan kerja yang serupa. Mereka memiliki tujuan kolektif untuk mencapai hasil maupun menunaikan tugas yang ditentukan. Kelompok kerja bisa memacu peningkatan efisiensi dan performa kerja dengan melakukan kerja sama dan komunikasi yang baik.
 

5. Masyarakat

Masyarakat merupakan kelompok sosial yang lebih besar dan rumit yang mencakup individu-individu yang berada dalam kawasan geografis yang sama dan berbagi norma, nilai, dan tradisi yang sama juga. Masyarakat ini mencakup masyarakat desa, kota, negara ataupun bisa juga komunitas yang memiliki jaringan global.

6. Kelompok Agama

Kelompok agama mencakup individu-individu yang seiman. Jenis kelompok ini lazimnya melakukan ibadah secara bersama dan memiliki norma serta nilai morla yang ditaati oleh pemeluknya.

7. Kelompok Etnis

Kelompok etnis mencakup individu yang memiliki identitas etnis yang sama. Jenis kelompok ini memiliki kultur, budaya, bahasa, dan kebiasaan yang sama persis atau mirip.

8. Kelompok Virtual

Kelompok virtual merupakan kelompok sosial yang mengalami pembentukan di dunia digital melalui media sosial, forum, maupun platform digital lainnya. Partisipan dari kelompok ini melakukan interaksi tanpa harus berada di tempat fisik yang serupa.

9. Kelompok Inti dan Kelompok Luar

Kelompok inti mencakup dari anggota yang memiliki jalinan sosial yang solid, dekat, dan personal. Adapun kelompok luar terdiri dari yang individu yang kurang terjalin secara emosional dan memiliki hubungan interpersonal yang kurang dalam.

10. Kelompok Referensi

Kelompok referensi merupakan kelompok yang menjadi landasan dan inspirasi bagi seseorang. Para partisipan dari kelompok ini kerap kali menjadi model yang diikuti oleh seseorang untuk mengambil keputusan dalam menentukan nilai, tingkah laku, dan kepribadian mereka.

Demikian penjelasan kelompok sosial: pengertian, ciri-ciri, dan jenis-jenis. Semoga bermanfaat untuk semua yang membaca postingan ini.
 
 
Referensi:
 
Panuju, Redi. 2019. Komunikasi Pemasaran (Pemasaran sebagai Gejala Komunikasi, Komunikasi sebagai Strategi Pemasaran) Edisi Pertama. Penerbit Kencana. Jakarta.