Kepribadian: Pengertian, Unsur-Unsur, dan Tipe-Tipe

Daftar Isi
Kepribadian adalah himpunan dari karakteristik mental, perasaan, dan tingkah laku yang menjadi pembeda bagi seseorang dengan individu lainnya. Hal ini meliputi cara pandang seseorang, emosional, tendensi, dan sikap individu yang berkarakteristik konsiten dan cukup stabil dalam berbagai keadaan.
 

Kepribadian dapat memberikan pengaruh terkait bagaimana individu melakukan interaksi dengan lingkungan, individu lain, dan cara para individu menyikapi berbagai kejadian dalam hidup mereka. Kepribadian termasuk konsep yang rumit dan secara kontinu, dipengaruhi oleh aspek genetik, lingkungan, pengalaman hidup, dan interaksi antar sesama.

A. Pengertian Kepribadian

Berikut ini beberapa pengertian kepribadian menurut para ahli antara lain. 
  • Menurut Phares, kepribadian adalah suatu pola yang spesifik dari pikiran, emosional dan perilaku yang membedakan individu yang satu dengan yang lain dan tidak mengalami perubahan secara lintas waktu maupun keadaan.
  • Menurut Pervin dan Cervone, kepribadian adalah ciri-ciri khusus dari individu yang mengakibatkan timbulnya konsistensi emosional, pemikiran, dan tingkah laku.
  • Menurut Koswara, kepribadian adalah suatu ungkapan khusus yang mengacu pada cerminan-cerminan sosial tertentu yang diterima oleh seseorang dari kelompoknya ataupun masyarakat, lalu orang terkait tersebut diharapkan berperilaku menurut atau sesuai dengan cerminan sosial yang diterimanya itu.
  • Menurut George Herbert Mead, kepribadian adalah suatu pola sikap dari manusia yang senantiasa mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Perkembangan kepribadian dalam individu umumnya akan berlangsung sepanjang hidup secara secara bertahap melakui interaksinya dengan khalayak umum.
 

B. Unsur-Unsur Kepribadian

Berikut ini beberapa unsur kepribadian antara lain.

1. Ekstraversi

Ekstraversi adalah suatu hal yang mengacu pada sejauh mana individu cenderung melakukan interaksi dan melakukan hubungan dengan lingkungan sosialnya. Seseorang yang ekstrovert cenderung bersosialisasi dengan individu lain, aktif, bersemangat, dan merasa nyaman dalam lingkungan sosial. Di samping itu, seseorang introvert cenderung lebih pendiam, Bersikap hati-hati dalam berinteraksi sosial, dan lebih suka menghabiskan waktu sendiri.

2. Neurotisisme

Neurotisisme dikenal pula sebagai keseimbangan emosi, aspek ini mengukur sejauh mana individu mengalami emosi tidak baik, layaknya kegelisahan, tekanan mental dan gangguan emosional. Seseorang dengan skor neurotisisme tinggi lebih berisiko terhadap beban pikiran dan cenderung merasa gelisah serta tidak aman. Seseorang dengan skor rendah pada aspek ini lebih tenang emosinya dan cenderung lebih stabil.

3. Keterbukaan

Aspek ini menggambarkan sejauh mana individu terbuka atas pengalaman baru, konsep-konsep kreatif, dan sudut pandang lain. Seseorang dengan keterbukaan tinggi cenderung kreatif, inovatif, dan memiliki minat dalam eksplorasi berpikir. Di samping itu, seseorang dengan keterbukaan yang minim cenderung lebih tradisional dan memiliki kebiasaan rutin.

4. Keramahan

Keramahan merepresentasikan sifat kooperatif, penerimaan, dan kepedulian individu terhadap kebutuhan serta perasaan orang lain. Seseorang yang mempunyai keramahan tinggi cenderung bersikap murah hati, penuh empati, dan mudah melakukan adaptasi dengan orang lain. Seseorang yang mempunyai keramahan minim cenderung lebih ragu-ragu dan tidak terlalu ingin untuk menolong orang lain.

5. Ketangguhan

Aspek ini mencerminkan sejauh mana individu cenderung menjadi teratur, berkomitmen, dan memiliki kontrol diri yang baik. Seseorang yang memiliki ketangguhan tinggi cenderung disiplin, fokus pada target, dan mau bekerja keras. Di samping itu, seseorang yang mempunyai ketangguhan minim cenderung tidak terkendali dan kurang teliti.

C. Tipe-Tipe Kepribadian

Berikut ini beberapa tipe kepribadian antara lain.
 

1. Sanguinis

Individu yang memiliki tipe kepribadian sanguinis termasuk orang yang percaya diri serta senantiasa bersemangat atau berkaitan erat dengan ekstrovert. Para individu dengan sifat sanguinis juga senantiasa kreatif dan penuh perhatian dengan kebanyakan orang. Mereka memiliki sifat kepribadian yang terbuka dan santun dengan orang lain, gemar melakukan pembicaraan di hadapan orang banyak, senang menjadi pusat perhatian, kreatif, dan memiliki pengaruh besar dalam kelompok.

2. Melankolis

Melankolis termasuk tipe kepribadian yang mengutamakan kesempurnaan, cenderung pendiam, dan juga cepat merasa. Berbeda dengan sanguinis, para individu dengan sifat melankolis lazimnya termasuk golongan introvert. Seseorang dengan karakteristik melankolis kerap kali menyatakan perasaan dengan tindakan nyata daripada ucapan. Individu dengan tipe kepribadian melankolis juga termasuk individu yang tidak senang berada di tempat yang banyak orang dan perhatian.

3. Plegmatis

Plegmatis merupakan tipe kepribadian yang tidak mudah bersedih, senang, ataupun kehilangan kendali layaknya marah. Individu dengan sifat plegmatis lebih berminat melakukan observasi. Para individu tersebut akan merasa lebih nyaman jika melakukan kontak komunikasi dengan mencermati lingkungan sekelilingnya. Mereka dikenal sebagai karakter yang pendiam dan tidak senang dengan keramaian.
Walapun para plegmatis memperlihatkan karakteristik kepribadian pendiam atau introvert, namun mereka bisa melakukan kolaborasi dengan orang lain untuk meraih tujuan bersama. Potensi lainnya dari tipe kepribadian ini yakni para plegmatis tidak senang menganggap buruk orang lain.

4. Koleris

Koleris umumnya dikenal sebagai tipe kepribadian yang pintar dan senantiasa berfokus pada analisis rasional. Kepribadian koleris tidak jauh berbeda dengan  individu yang bersemangat dan berambisi. Perihal tersebut menjadi kekuatan bagi para koleris dan selanjutnya membuat mereka menjadi karakter yang kuat. Mereka bisa memberikan pengaruh pada individu lain dengan kemahiran berkomunikasi yang dimilikinya.

Demikian penjelasan kepribadian: pengertian, unsur-unsur, dan tipe-tipe. Semoga bermanfaat untuk semua yang membaca postingan ini.

 
Referensi:
 
Kartini, Sri. 2019. Mengenal Gangguan Kepribadian. Mutiara Aksara. Semarang.