Artefak: Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenis

Daftar Isi
Artefak adalah peninggalan masa lalu yang ditemukan melalui penggalian dan memberikan petunjuk tentang kehidupan di masa lampau. Artefak meliputi berbagai jenis benda, seperti alat-alat yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, perhiasan yang digunakan untuk mempercantik diri, atau karya seni yang merepresentasikan kepercayaan dan nilai-nilai suatu masyarakat.
 
 
Dengan mempelajari artefak, para peneliti dapat membangun narasi yang koheren tentang peristiwa masa lalu, mengidentifikasi pola perubahan budaya, dan memahami faktor-faktor yang membentuk masyarakat manusia. Maka dari itu, artefak melengkapi catatan sejarah dan memberikan gambaran yang lebih utuh tentang masa lalu.
 

A. Pengertian Artefak

Berikut ini beberapa pengertian artefak menurut para ahli antara lain.
  • Menurut Koentjaraningrat, artefak adalah segala sesuatu yang dibuat atau dimodifikasi oleh manusia yang memiliki makna budaya dan sejarah.
  • Menurut Soerjono Soekanto, artefak adalah benda peninggalan masa lalu yang dapat mengungkapkan cara hidup dan pemikiran masyarakat pada zaman itu.
  • Menurut Melville J. Herskovits, artefak adalah objek material yang merepresentasikan ekspresi budaya manusia.
  • Menurut E.B. Tylor, artefak adalah benda yang terbuat dari berbagai bahan, seperti batu, logam, kayu, atau tanah liat, dan mencerminkan teknologi serta sumber daya yang tersedia pada masa pembuatannya.
  • Menurut Bronislaw Malinowski, artefak adalah benda-benda yang memiliki nilai budaya dan sejarah, serta mencerminkan perkembangan peradaban manusia.
 

B. Fungsi Artefak

Berikut ini beberapa fungsi artefak antara lain.

1. Fungsi Historis

Artefak merupakan bukti empiris yang tak terbantahkan, memperkaya khazanah pengetahuan sejarah. Artefak memberikan bukti konkret tentang berbagai aspek kehidupan masyarakat masa lalu, termasuk sistem pertanian, jalur perdagangan, dan kepercayaan agama. Ambil saja contoh peralatan batu. Artefak ini dapat memberikan petunjuk tentang bagaimana manusia purba berburu dan mengolah makanan.

2. Fungsi Budaya

Artefak tidak hanya berfungsi sebagai objek sejarah, tetapi juga memiliki fungsi dalam membentuk dan memperkuat identitas suatu kelompok masyarakat. Dalam setiap artefak, tersirat nilai-nilai, kepercayaan, dan praktik budaya yang dipegang oleh penciptanya. Sebagai contoh, topeng ritual, pakaian adat, atau alat musik tradisional adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dalam suatu budaya. Artefak-artefak ini memperkuat rasa memiliki dan kebanggaan terhadap identitas kelompok.

3. Fungsi Edukasi

Di samping nilai historis dan budayanya, artefak memberikan kontribusi yang besar dalam bidang edukasi. Contohnya saja, dengan memamerkan artefak-artefak bersejarah, museum bertujuan untuk menginspirasi pengunjung agar lebih menghargai warisan budaya. Artefak menjadi alat bantu yang efektif dalam proses pembelajaran sejarah. Tujuan dari proses ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang perkembangan peradaban manusia, teknologi, dan seni, serta implikasinya.

4. Fungsi Estetis

Bentuk maupun desain artefak seringkali sangat estetis dan menarik perhatian. Manusia menciptakan artefak seperti patung dan lukisan untuk memenuhi kebutuhan estetikanya. Di balik keindahan visualnya, artefak seni ini menyimpan makna simbolik, filosofis, atau spiritual yang kompleks. Atas dasar itulah, terjalin hubungan yang kuat antara artefak seni dan manusia, di mana artefak seni mampu membangkitkan berbagai macam respons emosional dan intelektual.

5. Fungsi Ekonomi

Artefak memiliki fungsi sebagai penggerak utama dalam pengembangan pariwisata dan industri kreatif. Benda-benda purbakala yang dipamerkan di museum atau situs arkeologi sering menjadi magnet bagi wisatawan. Tak hanya itu, produk-produk yang terinspirasi dari artefak, seperti suvenir, buku, atau media lainnya, dapat menghasilkan keuntungan. Oleh karena itu, keberadaan artefak sangat berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi suatu daerah bahkan negara.

6. Fungsi Ilmiah

Secara ilmiah, artefak merupakan sumber data utama dalam penelitian arkeologi, antropologi, dan sejarah. Artefak menjadi kunci untuk mengungkap misteri kehidupan, pekerjaan, dan interaksi manusia dengan lingkungannya di masa lalu. Dengan mempelajari artefak, para ilmuwan dapat merekonstruksi sejarah kehidupan manusia.

C. Jenis-Jenis Artefak

Berikut ini beberapa jenis dari artefak antara lain.

1. Artefak Material

Artefak material adalah benda-benda peninggalan sejarah yang dibuat dengan tangan manusia. Artefak ini terdiri dari berbagai jenis benda, mulai dari alat-alat batu yang sederhana hingga perhiasan yang rumit, semuanya menyajikan gambaran tentang kehidupan, inovasi, dan nilai-nilai estetika suatu peradaban. Misalnya saja, tembikar yang ditemukan di situs kuno seringkali memiliki bentuk dan hiasan yang unik. Bentuk-bentuk tersebut dapat mencerminkan fungsi tembikar, sementara hiasannya dapat mengungkapkan kepercayaan atau simbolisme masyarakat yang membuatnya. Jenis artefak ini memberikan gambaran jelas tentang kegiatan sehari-hari, pekerjaan yang dilakukan, dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.

2. Artefak Budaya

Artefak budaya adalah objek fisik yang melambangkan nilai-nilai, aturan sosial, dan keyakinan yang dianut oleh suatu kelompok masyarakat. Contoh konkret dari artefak budaya adalah seni rupa, musik tradisional, tarian daerah, pakaian adat, dan karya sastra. Artefak budaya tidak terbatas pada benda fisik, tetapi juga mencakup ide, nilai, dan cara hidup yang diturunkan secara turun-temurun. Misalnya, upacara adat atau tarian tradisional mencerminkan identitas budaya suatu kelompok. Benda-benda budaya menunjukkan hal-hal yang berharga dan unik dalam kehidupan masyarakat.
 

3. Artefak Digital

Artefak digital adalah hasil dari proses digitalisasi atau pembuatan konten digital, seperti dokumen, gambar, suara, video, perangkat lunak, dan situs web. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, peranan artefak digital semakin besar dalam dunia saat ini. Selain konten, artefak digital juga meliputi data struktural seperti arsip digital dan database yang penting untuk penelitian. Jenis artefak ini merepresentasikan berbagai aspek kehidupan manusia modern, mulai dari cara bekerja dan belajar hingga interaksi dengan teknologi.

4. Artefak Sosial

Artefak sosial meliputi berbagai hal yang dihasilkan dan dikembangkan oleh masyarakat, contohnya sistem hukum, pemerintahan, bahasa, dan norma-norma sosial. Artefak sosial membantu masyarakat membangun struktur sosial, berinteraksi, dan mengatasi masalah. Selain itu, artefak sosial juga menunjukkan dinamika perubahan sosial dan politik. Sebagai contoh, sistem demokrasi dan hak asasi manusia adalah produk dari perkembangan interaksi sosial dan politik.

5. Artefak Kognitif

Artefak kognitif adalah alat bantu yang dirancang untuk memfasilitasi proses berpikir, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah manusia. Artefak kognitif dapat berupa peta, diagram, tabel, buku catatan, komputer, ataupun aplikasi. Dengan artefak kognitif, manusia dapat memperluas kapasitas kognitifnya, termasuk dalam hal menyimpan, mengolah, dan berbagi pengetahuan. Jenis artefak ini menunjukkan bagaimana manusia memahami dan berinteraksi dengan dunia.

6. Artefak Sejarah

Artefak sejarah adalah benda-benda yang menyimpan kisah masa lalu dan memberikan petunjuk penting tentang kehidupan manusia di zaman dahulu. Jenis artefak ini mencakup berbagai bentuk, mulai dari dokumen tertulis hingga benda fisik seperti bangunan dan monumen. Contohnya saja, Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat dan piramida-piramida di Mesir, keduanya merupakan artefak bersejarah yang sangat berharga. Artefak sejarah menyumbangkan banyak informasi untuk membentuk narasi sejarah.

Demikian penjelasan tentang artefak: pengertian, fungsi, dan jenis-jenis. Semoga bermanfaat untuk semua yang membaca postingan ini.
 
Referensi:
 
Liliweri, Alo. 2018. Pengantar Studi Kebudayaan. Penerbit Nusa Media. Bandung.