Konglomerat: Pengertian, Manfaat, dan Jenis-Jenis
Table of Contents
Konglomerat adalah sekumpulan perusahaan yang beroperasi di sektor-sektor industri yang berlainan, namun disatukan dan berada di bawah pengawasan satu perusahaan induk. Setiap perusahaan dalam konglomerat bisa menjalankan operasionalnya secara terpisah di industrinya, tetapi keputusan strategis dan kebijakan manajerialnya diputuskan oleh perusahaan induk atau holding.
Pembentukan konglomerat bertujuan untuk mengurangi risiko bisnis melalui diversifikasi serta menambah aliran pendapatan dari sektor-sektor yang berbeda. Kemerosotan di satu unit usaha bisa diimbangi oleh kinerja unit lainnya dalam grup. Sebuah konglomerat biasanya mempunyai sumber daya yang berlimpah, kemudahan dalam menjangkau pasar dan permodalan, maupun peran yang penting dalam dinamika ekonomi suatu negara.
A. Pengertian Konglomerat
Berikut ini beberapa pengertian konglomerat menurut para ahli antara lain.- Menurut Michael C. Jensen, konglomerat adalah suatu struktur korporasi yang menyatukan beragam divisi usaha yang tidak saling terhubung secara operasional, baik dari lini produk utama maupun dari segmen pasar yang dilayani oleh setiap unit di dalamnya.
- Menurut Richard Rumelt, konglomerat adalah perusahaan besar yang kegiatannya mencakup berbagai sektor industri yang berbeda jauh, dan unit-unit usahanya tidak memiliki hubungan strategis yang berarti.
- Menurut Alfred D. Chandler Jr., konglomerat adalah perwujudan dari perkembangan organisasi industri di era modern, yang mendorong korporasi besar untuk membentuk susunan dengan banyak cabang dalam rangka mengendalikan ekspansi dan kemajuan di berbagai sektor ekonomi.
- Menurut Igor Ansoff, konglomerat adalah sebuah pendekatan strategis untuk pertumbuhan yang mengedepankan diversifikasi, baik dengan membeli perusahaan lain atau mendirikan unit usaha baru yang tidak punya kaitan dengan bisnis utama perusahaan.
- Menurut Peter F. Drucker, konglomerat adalah sebuah badan usaha yang membawahi berbagai macam perusahaan atau unit usaha dalam satu kerangka hukum, tanpa adanya hubungan langsung dari segi produk atau pangsa pasar.
B. Manfaat Konglomerat
Berikut ini beberapa manfaat dari terbentuknya konglomerat antara lain.1. Diversifikasi Risiko Bisnis
Diversifikasi risiko bisnis merupakan salah satu aspek penting yang ditawarkan konglomerat dalam operasionalnya. Karena menjalankan beragam jenis bisnis di sektor yang berlainan, konglomerat tidak akan terlalu bertumpu pada satu industri tunggal. Krisis ekonomi atau perubahan tren pasar bisa membuat satu lini bisnis merugi, namun lini usaha lainnya yang kokoh dapat meminimalkan dampak kerugian tersebut. Konglomerat lebih mampu bertahan dari gejolak ekonomi berkat diversifikasi ini, terutama jika dibandingkan dengan perusahaan yang operasinya hanya terpusat pada satu bidang.2. Efisiensi Operasional dan Sumber Daya
Konglomerat dapat meraih efisiensi operasional yang tinggi melalui pemakaian sumber daya secara terpadu, misalnya tenaga kerja spesialis, sistem informasi, jalur distribusi, dan sarana produksi. Berkat koordinasi tersebut, pengeluaran produksi dan operasional bisa dikurangi, sedangkan hasil kerja menjadi lebih baik. Efisiensi yang dicapai juga membentuk skala ekonomi, yang membantu berkompetisi dengan lebih baik di pasar dalam negeri dan mancanegara.3. Peningkatan Daya Saing dan Inovasi
Konglomerat dapat memajukan daya saing dan mendorong inovasi berkat jaringan bisnisnya yang sudah terbentang luas. Dengan aset keuangan dan kekuatan SDM yang cukup, perusahaan dapat berinvestasi dalam riset dan pengembangan untuk produk atau teknologi yang lebih baik. Oleh karena itu, konglomerat bisa mempengaruhi pasar melalui inovasi, serta menciptakan nilai kompetitif yang berkesinambungan dari para pesaing yang tidak sebesar perusahaan tersebut.4. Kemampuan Akses Permodalan yang Lebih Besar
Reputasi dan kekuatan finansial konglomerat yang tinggi memang sering mempermudah dalam menarik pembiayaan, baik dari institusi perbankan maupun dari para investor. Berkat kepercayaan dari pasar modal dan institusi keuangan, sebuah konglomerat dapat dengan mudah memperoleh dana besar guna keperluan ekspansi, akuisisi, atau investasi strategis lainnya. Kemampuan ini menyediakan ruang gerak dan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk mengelola pertumbuhan perusahaan secara berkesinambungan dan responsif.5. Penciptaan Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi
Luasnya lingkup bisnis konglomerat secara langsung mendorong terbentuknya lapangan kerja di beragam sektor. Perusahaan-perusahaan konglomerat tidak hanya berfokus pada kota-kota besar, melainkan juga mengembangkan sayap bisnisnya hingga ke wilayah lain, yang membantu pertumbuhan ekonomi di lokasi tersebut. Di samping itu, penerimaan pajak dari konglomerat dan keikutsertaan di proyek infrastruktur juga menjadi faktor penguat pertumbuhan ekonomi nasional.6. Kemudahan Ekspansi Global
Konglomerat yang telah mencapai kestabilan di pasar nasional umumnya memiliki sumber daya dan pengalaman yang cukup untuk melakukan perluasan bisnis ke berbagai negara. Perluasan usaha ke kancah internasional ini tak hanya mendongkrak pendapatan, namun juga mengokohkan kedudukan perusahaan dalam kompetisi global. Selain itu, melebarkan sayap ke pasar global juga memungkinkan adanya kerja sama dari berbagai negara dan pengenalan produk asli ke pasar internasional.7. Penguatan Stabilitas Korporasi Jangka Panjang
Konglomerat sanggup bertahan dan tumbuh dalam jangka panjang, berkat keberagaman basis bisnis serta struktur manajemennya yang rumit namun efisien. Dalam menghadapi fluktuasi ekonomi, entitas bisnis ini menunjukkan daya tahan yang lebih baik, serta kelincahan dalam beradaptasi dengan perubahan regulasi dan kondisi pasar. Dengan demikian, konglomerat merupakan salah satu penopang utama stabilitas ekonomi sebuah negara.C. Jenis-Jenis Konglomerat
Berikut ini beberapa jenis dari konglomerat antara lain.1. Konglomerat Horizontal
Sebuah konglomerat horizontal tercipta ketika entitas induk mengakuisisi atau bersatu dengan perusahaan sejenis yang beroperasi di bidang yang sama, meski tidak selalu pada fase produksi yang setara. Pembentukan konglomerat horizontal bertujuan memperbesar pangsa pasar, menurunkan tingkat persaingan, serta mengoptimalkan efisiensi operasional melalui keuntungan dari skala ekonomi. Sebagai contoh, sebuah perusahaan minuman membeli produsen makanan ringan, kedua entitas ini berada dalam sektor konsumen cepat saji, walau produk yang mereka hasilkan tidak sama.2. Konglomerat Vertikal
Konglomerat vertikal terjadi ketika perusahaan induk meningkatkan kepemilikannya di tingkatan produksi yang beragam dalam rantai pasokan, baik ke hulu (penyedia) atau ke hilir (penyaluran). Konglomerasi vertikal bertujuan menguasai penuh rantai nilai, menekan biaya operasional, serta memastikan pasokan bahan baku atau kelancaran distribusi produk jadi. Contohnya saja, sebuah perusahaan mobil mengakuisisi produsen ban atau perusahaan penyedia layanan transportasi untuk pengiriman kendaraan.3. Konglomerat Lateral
Dalam konglomerat lateral, perusahaan induk mengakuisisi perusahaan lain dari sektor yang berlainan, tetapi terdapat hubungan erat dalam aspek pasar atau teknologi. Meskipun keterkaitannya tidak sekuat konglomerat horizontal, tetap ada persamaan yang bisa digunakan, contohnya basis pelanggan yang mirip atau teknologi yang saling mendukung. Misalnya, perusahaan telekomunikasi membeli penyedia layanan internet kabel, sehingga memungkinkan penawaran paket yang lebih terintegrasi kepada konsumen.4. Konglomerat Campuran (Diversifikasi Sepenuhnya)
Jenis konglomerat campuran ini muncul tatkala perusahaan induk berinvestasi atau mengambil alih perusahaan dari industri yang sangat beragam dan tidak memiliki hubungan fungsional apa pun. Diversifikasi risiko merupakan tujuan penting dari strategi ini, demi menjaga perusahaan dari gejolak ekonomi yang mungkin terjadi di satu industri. Saat sebuah sektor mengalami kemunduran, sektor yang berbeda dan tidak saling berhubungan mungkin masih dapat meraih kemajuan yang patut diperhitungkan. Misalnya, sebuah perusahaan dengan kepemilikan unit usaha di bidang properti, perbankan, media, dan makanan dalam waktu yang bersamaan, menunjukkan upaya penyebaran investasi di berbagai industri.5. Konglomerat Finansial
Jenis konglomerat finansial ini terdiri atas entitas-entitas yang berfokus pada industri jasa keuangan, termasuk bank, asuransi, lembaga pembiayaan, dan perusahaan sekuritas terkemuka. Karena risiko yang tinggi terhadap stabilitas sistem keuangan, konglomerat seperti ini diawasi dengan ketat oleh otoritas finansial untuk mencegah dampak negatif. Contohnya saja, ada sebuah grup bisnis yang menguasai bank, perusahaan asuransi jiwa, dan juga manajer investasi di bawah satu payung manajemen.6. Konglomerat Global (Multinasional)
Sebuah konglomerat global atau multinasional merupakan entitas yang menjalankan usahanya di berbagai negara dengan beragam sektor bisnis yang ada. Perusahaan ini lazimnya memiliki kantor pusat di satu negara, namun melakukan ekspansi bisnis ke banyak negara lain demi pertumbuhan berkelanjutan. Strategi ini bertujuan mengambil keuntungan dari perbedaan biaya produksi, membuka pintu ke pasar global, dan memberikan proteksi terhadap gejolak ekonomi di dalam negeri yang tidak diinginkan. Misalnya, General Electric (GE) dengan portofolio bisnis yang mencakup energi, penerbangan, dan layanan keuangan di sejumlah negara, menunjukkan skala operasi yang besar.Referensi:
Dikutip dari berbagai sumber.