Bantuan Sosial: Pengertian, Fungsi, dan Jenis-Jenis

Daftar Isi
Bantuan sosial adalah program pemerintah atau pihak lain yang bertujuan menopang masyarakat yang menghadapi masalah finansial, berisiko, atau terkena efek oleh peristiwa spesifik seperti krisis ekonomi, bencana alam, atau wabah. Tujuan utama dari bantuan sosial ialah menstabilkan daya beli, memastikan kelanjutan kehidupan golongan yang berisiko, dan membuat kesulitan ekonomi menjadi lebih ringan bagi masyarakat.
 
 
Penyaluran bantuan ini bermacam-macam, misalnya berupa uang, sembako, subsidi, akses kesehatan bebas tagihan, atau bantuan di bidang edukasi. Di sisi lain, bantuan sosial menempati posisi penting dalam sistem perlindungan sosial yang bertujuan meminimalkan disparitas sosial dan memastikan terjadinya pemerataan ekonomi bagi seluruh warga.

A. Pengertian Bantuan Sosial

Berikut ini beberapa pengertian bantuan sosial menurut para ahli antara lain.
  • Menurut James Midgley, bantuan sosial adalah program pemerintah yang ditujukan untuk mendongkrak kemakmuran sosial dengan penyaluran uluran tangan langsung kepada orang-orang atau golongan yang mudah goyah secara finansial dan sosial.
  • Menurut Richard Titmuss, bantuan sosial adalah komponen penting dalam konsep negara makmur yang menyiratkan kepedulian sosial antara pemerintah dengan rakyat yang menjadi penduduknya.
  • Menurut Harold L. Wilensky dan Charles N. Lebeaux, bantuan sosial adalah unsur dari sistem kemakmuran yang berfungsi dalam menyalurkan bantuan dana, barang, dan juga jasa sosial kepada setiap orang yang belum bisa mengatasi kebutuhan dasar hidupnya.
  • Menurut Amartya Sen, bantuan sosial adalah aksi kebijakan publik yang bertujuan menambah kapabilitas pribadi agar bisa menggapai kehidupan yang dianggap bermanfaat oleh siapa pun.
  • Menurut Paul Spicker, bantuan sosial adalah sebuah program kebijakan yang memiliki fungsi untuk memberi proteksi kepada kelompok warga yang berada di situasi sulit secara finansial.

B. Fungsi Bantuan Sosial

Berikut ini beberapa fungsi dari bantuan sosial antara lain.

1. Fungsi Perlindungan Sosial

Perlindungan sosial adalah fungsi terpenting Bantuan Sosial, yang secara khusus ditujukan untuk warga yang memiliki risiko keterbatasan ekonomi dan sosial. Bantuan ini dimaksudkan untuk melindungi warga dan keluarga dari dampak buruk kondisi ekonomi yang menantang, contohnya kemiskinan absolut, pengangguran, atau bencana besar. Kebutuhan primer berupa makanan, pakaian, tempat tinggal, dan akses pendidikan serta kesehatan, dapat dipenuhi setiap orang berkat sokongan bantuan sosial. Tindakan pencegahan ini penting agar masyarakat tidak terperangkap di dalam kemiskinan yang terus-menerus, dan mampu menjamin tingkat kesejahteraan paling rendah untuk setiap penduduk.

2. Fungsi Pemerataan Kesejahteraan

Bantuan sosial juga berguna untuk menjamin pemerataan kesejahteraan yang merata di semua kelompok penduduk. Di samping itu, pembangunan sosial dan ekonomi menghadapi masalah ketimpangan antara golongan kaya dan golongan miskin, begitu pula antara wilayah kota dan desa secara jelas. Dengan menyalurkan sumber daya kepada golongan yang perlu, bantuan sosial berperan sebagai alat pemerintah dalam memperkecil disparitas sosial. Oleh karena itu, bantuan sosial diperlukan tidak hanya untuk meredam kemiskinan, tetapi juga untuk menjalankan program pemerataan ekonomi agar setiap penduduk memiliki peluang hidup yang wajar dan berkecukupan.

3. Fungsi Peningkatan Kualitas Hidup

Penting untuk dicatat, fungsi lain dari program ini adalah mengoptimalkan kualitas hidup bagi setiap penduduk yang lemah secara finansial dan sosial. Program ini tidak hanya menyediakan dana dan materi, namun juga membantu setiap orang agar dapat memiliki akses yang memadai ke fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pelatihan kerja. Bantuan ini memfasilitasi setiap orang untuk meningkatkan kualitas kehidupannya secara perlahan-lahan, mencakup sektor keuangan dan sosial. Kenaikan taraf hidup membuat masyarakat lebih menghasilkan, mandiri, dan dapat memberikan sumbangsih terhadap kemajuan negara.

4. Fungsi Penguatan Ketahanan Sosial Masyarakat

Ketahanan sosial masyarakat dapat ditingkatkan melalui bantuan sosial, khususnya untuk merespons berbagai ancaman di sektor ekonomi dan sosial. Di waktu-waktu genting, seperti bencana alam dan pandemi, bantuan sosial berperan sebagai penyeimbang yang menjaga tatanan sosial agar masyarakat tidak kacau. Melalui uluran tangan ini, masyarakat bisa melewati masa-masa yang berat, dan pada saat yang sama menguatkan jiwa kebersamaan sosial antar individu. Oleh sebab itu, daya tahan sosial warga menjadi lebih tangguh, dan hubungan sosial dapat dipertahankan dengan efektif.

5. Fungsi Pendukung Pembangunan Nasional

Sebagai penutup, bantuan sosial berfungsi sebagai pendukung bagi seluruh upaya pembangunan nasional yang dilakukan oleh pemerintah. Bantuan sosial yang tepat guna dapat mewujudkan warga yang produktif dan memiliki daya kompetisi, yang berperan dalam mempercepat peningkatan ekonomi negara. Saat kemiskinan terkendali dan kesejahteraan bertambah, maka keseimbangan sosial dan keuangan pemerintah juga akan menjadi lebih kokoh. Maka dari itu, bantuan sosial berdiri tidak hanya sebagai perhatian pemerintah kepada rakyatnya, tetapi juga sebagai langkah pembangunan berkesinambungan yang memprioritaskan kesetaraan sosial.

C. Jenis-Jenis Bantuan Sosial

Berikut ini beberapa jenis dari bantuan sosial antara lain.

1. Bantuan Sosial Tunai (BST)

Bantuan Sosial Tunai adalah bantuan uang yang disalurkan langsung kepada golongan warga yang memerlukan bantuan, dan tidak terdapat keharusan untuk mengembalikan dana tersebut. Tujuan utama dari Bantuan Sosial Tunai yakni mendorong kemampuan beli warga yang kekurangan dan rentan terhadap kemerosotan ekonomi, misalnya saat wabah melanda. Pemerintah pada umumnya memberikan dana bantuan ini lewat saluran tertentu, seperti transfer melalui bank atau pengambilan di Kantor Pos. Penerima manfaat dapat mengatur dana itu untuk memenuhi tujuan pribadi, misalnya membeli makanan pokok, melunasi tagihan listrik, atau dana untuk medis. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak memicu disparitas sosial, program ini harus didukung dengan pengumpulan data yang akurat.

2. Bantuan Sosial Non-Tunai (BSNT)

Bantuan Sosial Non-Tunai adalah program yang diberikan berupa barang atau pelayanan, tanpa melibatkan penyerahan dana segar kepada penerima. Beberapa contoh dari program ini meliputi penyediaan bahan pangan pokok, subsidi tarif listrik, atau dukungan pembiayaan untuk pendidikan. Sasaran utama Bantuan Sosial Non-Tunai yakni menjamin bahwa pertolongan ini dipakai untuk kebutuhan pokok warga, dan tidak disalahgunakan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. Bentuk non-tunai dipilih karena risiko penyelewengan dana menjadi lebih rendah, sehingga lebih jelas dan terpercaya. Agar penyaluran dana bisa terkendali dan dilacak secara langsung, pemerintah sering mengandalkan kartu elektronik atau sistem digital seperti Kartu Keluarga Sejahtera.

3. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)

Bantuan Pangan Non-Tunai adalah dukungan tersendiri dari BSNT yang prioritasnya untuk mengatasi kebutuhan bahan makanan bagi keluarga yang tidak mampu. Penerima manfaat mendapatkan dana digital secara rutin dari pemerintah agar dapat membeli kebutuhan pokok seperti beras, telur, dan minyak goreng di warung yang ditentukan. Selain bermaksud mengurangi jumlah warga yang kelaparan, program ini juga memacu aktivitas bisnis setempat sebab menarik penjual kecil untuk terlibat dalam proses distribusi. Karena tidak menyebabkan keterikatan penuh pada negara, Bantuan Non-Tunai dianggap lebih tepat guna dalam memberikan pertolongan kepada warga.

4. Program Keluarga Harapan (PKH)

Program Keluarga Harapan adalah dukungan sosial berlandaskan ketentuan yang diberikan kepada keluarga dengan ekonomi lemah, mengharuskan anak-anak terus belajar dan menerima pemeriksaan kesehatan di fasilitas medis. PKH bertujuan menghentikan kesinambungan kemiskinan dengan memajukan mutu dan keahlian sumber daya manusia yang ada. Contohnya, keluarga berhak menerima dana sosial ini ketika anaknya tercatat di sekolah atau bila ibu yang sedang hamil mengikuti prosedur kesehatan di klinik. Hasilnya jelas, program ini mampu memperbaiki taraf kesejahteraan maupun menumbuhkan kesadaran orang banyak akan pentingnya belajar dan kesehatan.

5. Bantuan Sosial Bencana

Bantuan Sosial Bencana adalah bantuan yang diserahkan kepada orang-orang yang mengalami kesulitan akibat bencana alam maupun masalah sosial yang terjadi. Bantuan yang diberikan dapat berupa uang, makanan siap saji, baju, logistik kesehatan, hingga penyediaan shelter atau tempat bernaung bagi korban. Sasaran utama bantuan ini agar korban bencana bisa kembali normal dari gangguan mental dan kerugian finansial yang terjadi. Pemberian bantuan ini pun menggambarkan kewajiban pemerintah untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya saat ada musibah. Pada umumnya, bantuan ini dikoordinasikan oleh BNPB dan lembaga-lembaga sosial yang fokus pada penanggulangan serta respons terhadap situasi bencana.

6. Bantuan Sosial untuk Disabilitas dan Lansia

Dukungan sosial ini disiapkan untuk orang-orang yang mempunyai kondisi fisik yang tidak sempurna, gangguan pikiran, atau para lansia. Bantuan sosial ini dapat diberikan dalam bentuk uang, alat (seperti kursi roda), pelayanan bimbingan, dan perawatan kesehatan yang disediakan tanpa biaya. Fokus utamanya ialah menyediakan dukungan sosial dan menjamin kelompok ini dapat menjalani keseharian yang pantas dan dihargai. Selain bantuan, pemerintah lewat Kemensos kerap kali menyiapkan pelatihan agar orang-orang ini mampu berdikari dan ikut ambil bagian dalam komunitas sekitar.

7. Bantuan Sosial Pendidikan dan Kesehatan

Pemberian bantuan untuk pendidikan dan kesehatan dimaksudkan agar derajat kehidupan orang-orang yang kurang beruntung bisa menjadi lebih baik. Salah satu contoh di bidang pendidikan yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP), yang menyediakan dukungan finansial agar anak-anak dengan ekonomi terbatas dapat melanjutkan pendidikan. Adapun bantuan di ranah kesehatan, seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), bertujuan memudahkan masyarakat untuk memperoleh perawatan tanpa dipungut biaya di klinik atau Puskesmas. Dukungan ini tidak hanya bersifat materi, melainkan juga mewakili tindakan negara agar terwujudnya kesamaan dan perbaikan mutu sumber daya manusia di Indonesia.

Referensi:

Supardan, Herry. 2021. Mekanisme Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tim MNC Publishing. Malang.