Jelajahi 7 Tempat Wisata Sejarah dan Budaya di Tana Toraja yang Paling Populer
Daftar Isi
Di Provinsi Sulawesi Selatan, terdapat sebuah wilayah pemerintahan yang dikenal dengan nama Kabupaten Tana Toraja, yang memiliki kekayaan budaya tersendiri. Daerah yang terletak di Sulawesi Selatan ini dinilai pantas untuk dimasukkan ke dalam urutan teratas tempat-tempat yang sangat perlu didatangi. Alasannya, Tana Toraja menawarkan berbagai macam potensi wisata yang sangat luar biasa dan menjanjikan bagi para pengunjung.
Tana Toraja sangat berpotensi menjadi lokasi wisata yang paling lengkap, dikarenakan daerah ini menampilkan banyak tempat yang mengandung unsur budaya, religi, histori, dan panorama alam yang luar biasa. Berikut ini 7 tempat wisata di Tana Toraja yang kental dengan sejarah dan budaya, menjadikannya destinasi yang tepat untuk menelusuri kekayaan masa lalu.
1. Museum Ne’ Gandeng
Perlu diketahui dan dipahami bersama, museum bukan hanya tempat penyimpanan berbagai koleksi peninggalan bersejarah, melainkan memiliki peran edukasi yang jauh lebih mendalam. Sangat kontras dengan museum kebanyakan, objek pariwisata yang terletak di Kabupaten Tana Toraja ini justru memperkenalkan museum yang dikenal dengan sebutan Ne’ Gandeng.Sejarah menyebutkan bahwa bangunan tersebut sebelumnya merupakan lokasi penyelenggaraan upacara penghormatan terakhir bagi jenazah Ne’ Gandeng, yang mangkat pada tanggal 3 Agustus tahun 1994. Karena Ne’ Gandeng amat menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur, pemerintah setempat memilih untuk membangun museum di tempat penguburannya sebagai upaya untuk menghormati dan mengenang sosoknya.
Kendati begitu, Museum ini sukses menarik hati para pengunjung, baik domestik maupun internasional, yang menjadikannya salah satu tempat tujuan rekreasi yang sangat digemari. Tempat ini dapat ditemukan di daerah Desa Pelangi, yang secara administratif termasuk dalam wilayah Sa’dan Balusu, Toraja, di provinsi Sulawesi Selatan.
2. Tongkonan Pallawa
Jika memiliki kegemaran menelaah sejarah dan kebudayaan, tempat ini dapat dijadikan rujukan sebagai destinasi yang harus didatangi. Secara geografis, tempat yang menarik ini terletak di Desa Pallawa, yang mana desa tersebut masuk ke dalam wilayah Kecamatan Sesean, Toraja Utara. Desa adat yang telah berdiri sejak masa lampau ini mempunyai bangunan-bangunan dengan arsitektur yang sangatlah menawan dan memberikan kesan istimewa.Pengunjung dapat melakukan eksplorasi sejarah dan budaya di sini, serta diberikan kesempatan untuk meminta penjelasan mengenai kisah tersebut dari warga yang tinggal di desa itu. Area di sekitarnya ditumbuhi hutan dengan banyak pepohonan yang tinggi, dan ditemukan pula situs pemakaman yang jarang ditemui, letaknya berdekatan sekali dengan rumah penduduk. Secara geografis, tempat menarik ini terletak di Desa Pallawa, yang mana desa tersebut masuk ke dalam wilayah Kecamatan Sesean, Toraja Utara.
3. Agrowisata Pango-Pango
Agrowisata Pango-pango adalah tempat yang bisa menjadi pilihan bagi siapa saja untuk didatangi, terutama bersama belahan jiwa yang paling disayangi. Di agrowisata kopi ini, pengunjung akan menikmati pemandangan alam yang begitu indah dari ketinggian, menciptakan kesan yang sangat memukau dan mengagumkan.Panorama alam yang begitu memikat hati, ditambah dengan pemandangan Kota Makale yang sangat indah, dapat disaksikan dengan jelas dari Agrowisata Pango-Pango. Akan lebih mengesankan lagi apabila datang menjelang petang, sebab pemandangan Tana Toraja yang indah dan memukau akan terlihat saat mentari mulai tenggelam.
Kendati letaknya berada di dataran tinggi, prasarana di tempat ini sudah terbilang sangat mumpuni, ada gazebo, tempat untuk mandi, tempat parkir, gardu pandang, dan lain-lainnya. Hal ini dapat menunjang turis yang ingin mengenal kopi Toraja dan pesona alam di sekitarnya.
4. Kete Kesu
Desa wisata ini merupakan lokasi yang elok dan khas, menjadikannya tujuan berlibur yang paling populer di kalangan pengunjung sebab kedudukannya di antara perbukitan dan bentangan sawah. Dengan tarif masuk sepuluh ribu rupiah untuk satu orang, tempat wisata ini menyediakan akses selama 24 jam penuh setiap harinya, mulai dari hari Senin hingga hari Minggu.Para pelancong memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi rumah adat Tongkonan, di mana setiap sisi rumah tersebut memuat kisah sejarah yang berlainan satu sama lain. Sebagai tambahan, tersedia situs pemakaman yang usianya telah mencapai lebih dari seratus tahun, menjadikannya warisan historis yang wajib didatangi. Secara geografis, Kete Kesu terletak di Kampung Bunoran, yang mana kampung tersebut masuk ke dalam Kelurahan Pantanakan Lolo, di Kecamatan Kesu, Toraja Utara.
5. Monumen Patung Lakipadada
Tempat wisata ini diberi nama Monumen Patung Lakipadada, yang dikenal sebagai salah satu objek peninggalan bersejarah yang penting di Toraja. Tempat ini dapat ditemukan di Bombongan, sebuah daerah yang masuk ke dalam Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan.Patung ini dibuat untuk menunjukkan sosok Lakipadada, seorang tokoh yang diakui sebagai pahlawan dari daerah Tana Toraja yang gagah berani. Pria ini dikenal sebagai prajurit yang sangat pemberani, yang selalu menunjukkan keberanian luar biasa dalam menjalankan tugasnya. Satu tangannya memegang sebuah tongkat panjang, dan pada pucuk tongkat tersebut tampaklah nyala api yang berbentuk seperti api yang berkobar.
Di bagian dasar patung terdapat kolam dengan air yang jernih berwarna biru, sehingga lingkungan sekitar patung terlihat lebih indah dan natural. Di waktu malam hari, cahaya lampu taman yang berkelip-kelip akan membuat lingkungan di sekitar monumen ini terlihat sangat memikat dan menawan.
Lingkungan monumen ini selalu ramai dikunjungi warga di pagi hari untuk melakukan kegiatan lari, berekreasi, maupun sekadar menikmati waktu senggang bersama orang yang paling disayangi. Selama 24 jam sehari, taman di wilayah Monumen Patung Lakipadada ini dapat diakses dan digunakan oleh masyarakat umum. Mengingat lokasi ini adalah bagian dari fasilitas publik yang dikelola oleh pemerintah daerah, tempat wisata tersebut dapat dinikmati oleh siapa saja tanpa dikenakan biaya masuk.
6. Londa
Destinasi Kuburan Londa dikenal sebagai lokasi rekreasi yang paling banyak dikunjungi di Tana Toraja, terutama oleh para turis yang tertarik pada sejarah. Kuburan Londa dikenal sebagai tempat pemakaman untuk para bangsawan Tana Toraja, di mana makamnya tersimpan di dinding tebing gua di area atas. Di sisi bukit, kuburan yang tersusun secara teratur berdasarkan keturunan dibiarkan terbuka menghadap sawah yang hijau, dan tempat ini hanya bisa disaksikan dari lokasi yang jauh. Jika ingin mengamati benda-benda di makam lebih dekat, pengunjung bisa masuk dan menelusuri hingga ke bagian dalam gua tersebut dengan cermat.7. Danau Limbong
Air sungai berwarna hijau, bersama dengan danau yang diapit barisan pegunungan, memancarkan aura yang benar-benar natural dan sangat menyejukkan. Danau ini dapat ditemukan di Lembang Limbong, Mentirotiku, sebuah daerah yang masuk ke dalam Kecamatan Rantepao, di wilayah Kabupaten Toraja Utara.Untuk setiap pengunjung domestik dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp10.000,00, sedangkan bagi turis dari negara asing tarifnya adalah Rp20.000,00. Lokasi ini dibuka setiap hari, dengan jam operasional yang dimulai dari pukul tujuh pagi sampai dengan pukul enam di sore hari. Sarana yang tersedia di tempat ini mencakup toilet umum, tempat berteduh dari panas, area untuk memarkir mobil, beragam tempat mengambil gambar, serta keindahan alam yang tidak ada di tempat wisata lainnya.
Referensi:
Dikutip dari berbagai sumber.
