Lauk Pauk: Pengertian, Manfaat, dan Jenis-Jenis

Daftar Isi
Lauk pauk merupakan pemasok nutrisi utama yang sangat berharga, memastikan tersedianya protein, lemak, mineral, dan vitamin yang memadai bagi tubuh untuk melakukan fungsinya secara sempurna. Lauk pauk dalam konteks menu Indonesia memegang posisi sebagai hidangan pelengkap nasi, di mana jenisnya meliputi protein hewani (daging, ikan, telur) dan olahan nabati yang kaya gizi (tempe dan tahu).
 
 
Perbedaan sumber bahan ini tidak hanya menciptakan pengalaman cita rasa yang beragam, tetapi juga menghasilkan nilai gizi yang berbeda-beda. Contohnya saja, ikan memberikan pasokan asam lemak omega-3 yang melimpah, sementara itu daging unggas menghasilkan protein hewani yang mudah diproses oleh sistem pencernaan.

A. Pengertian Lauk Pauk

Berikut ini beberapa pengertian lauk pauk menurut para ahli antara lain.
  • Menurut Elizabeth R. Lyle, lauk pauk adalah unsur utama dalam hidangan yang berfungsi memberikan suplai protein hewani dan nabati, yang menjadi penyeimbang bagi makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari.
  • Menurut George H. Beaton, lauk pauk adalah sumber pangan yang memberikan makronutrien dan mikronutrien, sehingga nilai gizi yang disumbangkan jauh lebih bervariasi dari makanan pokok.
  • Menurut Kathleen M. Melanson, lauk pauk adalah unsur yang disajikan bersama makanan pokok dan menempati posisi penting dalam menunjang kualitas diet seseorang secara teratur.
  • Menurut Mark Lawrence, lauk pauk adalah pemberi gizi tambahan pada hidangan, mengontrol agar konsumsi karbohidrat, protein, dan lemak berada dalam porsi yang seimbang.
  • Menurut Marion Nestle, lauk pauk adalah bagian tak terpisahkan dari susunan kuliner yang memberikan nilai lebih pada rasa, kandungan gizi, serta ragam makanan untuk dikonsumsi.

B. Manfaat Lauk Pauk

Berikut ini beberapa manfaat dari lauk pauk yang perlu diketahui antara lain.

1. Sumber Protein untuk Pertumbuhan dan Perbaikan Jaringan

Manfaat lauk pauk yang paling besar terkait dengan pemenuhan protein, nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk menopang kesehatan tubuh. Protein memiliki peran utama dalam proses pembangunan, perawatan, dan regenerasi jaringan tubuh, termasuk sel-sel organ, otot, dan kulit. Dengan memakan lauk pauk berprotein tinggi, misalnya daging, ikan, telur, tahu, dan tempe, tubuh mendapatkan bahan dasar untuk memperbaiki serta mengganti sel. Oleh sebab itu, lauk pauk merupakan unsur penting yang tak terpisahkan dan harus selalu ada dalam pola konsumsi yang sehat.

2. Penyedia Energi Tambahan bagi Tubuh

Manfaat lauk pauk juga terlihat dari kemampuannya menghasilkan energi tambahan, khususnya dari lemak sehat seperti ikan berlemak, kacang-kacangan, dan macam-macam daging.  Energi yang diperoleh dari lauk pauk berperan penting dalam memelihara kekuatan, menunjang aktivitas fisik, serta meningkatkan kemampuan tubuh melawan penyakit. Oleh karena itu, unsur hidangan ini berkontribusi menjaga agar kinerja tubuh selalu prima sejak pagi hingga malam.

3. Sumber Vitamin dan Mineral Penting

Manfaat lain dari lauk pauk ialah sebagai sumber vitamin dan mineral yang tidak semuanya dimiliki oleh makanan pokok. Sebagai contoh, ikan mengandung vitamin D dan omega-3 dalam jumlah besar, sementara lauk pelengkap dari sayuran menyediakan vitamin A, C, K, dan mineral yang bernilai. Zat gizi ini membantu meningkatkan imunitas, memelihara kesehatan mata, menyeimbangkan cairan tubuh, dan memainkan peran pada proses pengolahan energi. Kekurangan lauk pauk yang bermacam-macam menyebabkan kebutuhan mikronutrien tubuh sukar dipenuhi dengan porsi yang baik.

4. Menjaga Keseimbangan Gizi dalam Setiap Hidangan

Manfaat lauk pauk juga terlihat dari perannya sebagai penyeimbang kandungan gizi di dalam sepiring makanan yang dikonsumsi. Hidangan pendamping ini berperan melengkapi karbohidrat yang berasal dari nasi, jagung, atau roti, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi penting secara total. Jika hidangan tanpa lauk pauk, porsi menjadi tidak utuh dan berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi apabila terjadi terus-menerus.

5. Meningkatkan Cita Rasa dan Selera Makan

Manfaat lain dari lauk pauk adalah menghadirkan rasa yang lebih nikmat, diikuti dengan perbaikan selera makan individu. Aneka rasa, aroma, dan tekstur yang dimiliki membuat hidangan menjadi lebih menarik untuk dinikmati dan lebih enak. Pemilihan lauk yang bervariasi dapat menyempurnakan pengalaman menyantap hidangan, mengatasi kejenuhan terhadap makanan pokok yang rasanya datar, dan memperbaiki pola makan.

6. Menunjang Kesehatan Sistem Kekebalan Tubuh

Manfaat lauk pauk yang selanjutnya ialah mendukung dan memperkuat sistem kekebalan tubuh dari berbagai serangan penyakit. Nutrisi seperti zinc dari daging, omega-3 dari ikan, dan vitamin C dari sayuran memiliki nilai penting dalam melindungi tubuh agar tidak terjangkit infeksi. Jika lauk pauk dimakan secara teratur, tubuh akan lebih mudah melawan penyakit dan memastikan kesehatan tercapai dengan baik.

C. Jenis-Jenis Lauk Pauk

Berikut ini beberapa jenis dari lauk pauk antara lain.

1. Lauk Pauk Hewani

Lauk pauk hewani adalah semua jenis lauk yang diolah dari sumber hewani, misalnya daging, ikan, telur, dan unggas yang dijadikan santapan. Kandungan asam amino esensial pada lauk ini sangat diperlukan oleh tubuh untuk pembentukan sel, jaringan, hormon, dan menunjang kekebalan tubuh. Di samping itu, lauk hewani seringkali menyediakan zat besi heme (penyerapannya mudah), vitamin B kompleks, dan lemak sehat yang mendukung fungsi metabolisme. Lauk pauk hewani yang seringkali disantap meliputi ayam goreng, , telur dadar, tumisan daging sapi, ikan bakar, dan udang dengan saus tiram.

2. Lauk Pauk Nabati

Lauk pauk nabati adalah bahan makanan yang asalnya dari tumbuh-tumbuhan, misalnya tempe, tahu, kacang-kacangan, serta masakan yang dibuat dari sayur. Lauk nabati seringkali mengandung lemak jenuh yang tidak banyak, tetapi menyediakan protein, serat, vitamin, dan mineral yang amat diperlukan untuk menunjang kesehatan. Memilih bermacam-macam lauk dari tumbuh-tumbuhan dapat memberikan manfaat baik yang beragam, seperti tempe dengan probiotik dan tahu yang mengandung banyak kalsium. Oleh sebab itu, lauk nabati biasanya dipilih oleh pihak yang mengutamakan pola makan vegetarian atau ingin membatasi konsumsi daging. Beberapa jenis lauk nabati yang populer mencakup perkedel kentang, tempe orek, tahu bacem, dan tumis kacang panjang.

3. Lauk Pauk Kering

Lauk pauk kering adalah jenis masakan yang dipersiapkan dengan digoreng, dipanggang, atau direbus sampai kering agar memiliki daya simpan yang panjang. Karakteristik teksturnya menjadi renyah atau padat, dan memberikan kekuatan rasa yang lebih dari biasa karena seluruh bumbu telah terserap dengan baik tanpa ada sisa air yang mengencerkan. Lantaran lauk pauk kering dapat disimpan dalam waktu yang lama dan tidak mudah basi, maka sajian ini sering dipakai sebagai lauk utama sekaligus cadangan di rumah. Sajian kering ini dapat ditemukan dalam bentuk abon sapi, serundeng kelapa, ikan asin, dendeng, dan tempe kering balado, yang mudah dibawa ke mana saja.

4. Lauk Pauk Basah

Lauk pauk basah adalah jenis lauk yang berisi kuah atau memiliki banyak kadar air, dan kondisi ini membuatnya cepat basi serta tidak dapat disimpan dalam waktu yang panjang. Proses memasak lauk basah mencakup metode merebus, mengukus, menggoreng basah, atau menumis, dan selalu menggunakan air maupun santan untuk menciptakan kuah yang dibutuhkan. Karena kuah atau bumbunya meresap sepenuhnya ke dalam bahan utama, lauk basah cenderung menghadirkan cita rasa yang lebih kuat dan tekstur yang lunak saat disantap. Masakan berkuah yang menjadi contoh lauk basah meliputi sayur lodeh, gulai ayam, opor ayam, tumis sayuran berkuah, dan sop daging yang lezat.

5. Lauk Pauk Olahan

Lauk pauk olahan adalah lauk yang didapatkan setelah melewati pengolahan khusus, seperti fermentasi, pengasapan, pengeringan, atau dengan mencampur bahan penunjang yang berbeda. Dengan melalui proses ini, lauk mengalami perubahan rasa, tekstur, dan aroma, dan menghasilkan manfaat berupa waktu simpan yang lebih panjang. Demi keanekaragaman rasa dan kemudahan saat makan, maka dibuat lauk olahan berupa sosis, nugget, bakso, kornet, dan ikan asap yang cepat disajikan. Perlu diketahui juga, kepraktisan dalam menyajikan produk olahan harus diimbangi dengan kesadaran akan risiko kandungan pengawet atau natrium yang tinggi, maka konsumsinya perlu diatur dengan seksama.

6. Lauk Pauk Tradisional

Lauk pauk tradisional adalah masakan yang dibuat dengan mengacu pada resep dan bahan dari daerah tertentu, yang telah dikenali dan dilestarikan oleh masyarakat sekitar. Lauk ini berperan penting dalam menampilkan kekayaan budaya kuliner suatu wilayah, dan metode memasaknya pun seringkali mengikuti cara tradisional yang unik. Lazimnya, lauk tradisional mengutamakan bumbu rempah alami, hal ini menjadikan cita rasanya berkarakter kuat dan memiliki kekhasan yang berbeda dari lauk lain. Berbagai jenis lauk tradisional Indonesia yang dapat dijumpai mencakup rendang Padang, rawon Jawa Timur, ikan kuah kuning Maluku, ayam betutu Bali, dan coto Makassar.

Referensi:

Kristiastuti, Dwi. 2021. Modul Pengetahuan Lauk Pauk Kuliner Indonesia. Penerbit Scopindo Media Pustaka. Surabaya.